Laporkan Masalah

Kajian potensi obyek-obyek wisata untuk pengembangan pariwisata dikabupaten Lamongan propinsi Jawa Timur

Anshori Fahrudin, Drs. Sujali, M.S.

2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Obyek wisata merupakan modal utama yang sangat penting dalam pengembangan kepariwisataan suatu daerah. Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Propinsi Jawa Timur yang mempunyai 13 obyek wisata terdiri dari obyek wisata alam, budaya dan buatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar potensi internal dan eksternal obyek wisata di Kabupaten Lamongan, mengetahui obyek wisata potensial di Kabupaten Lamongan, mengetahui harapan-harapan wisatawan dan membuat arahan pengembangan obyek wisata potensial. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuisioner. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah (1) analisis klasifikasi untuk mengetahui tingkat potensi obyek wisata, (2) analisis kuantitatif untuk penentuan obyek wisata potensial dan (3) tabel frekuensi untuk mengolah data primer yang diperoleh dari kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 13 obyek wisata di Kabupaten Lamongan diperoleh 3 obyek wisata atau 23% mempunyai potensi internal tinggi, potensi internal sedang dan rendah masing-masing 5 obyek wisata atau 38%, sedangkan dari hasil penelitian potensi eksternal obyek wisata, 5 obyek wisata atau 38% mempunyai potensi ekstemal tinggi, potensi eksternal sedang dan rendah masing-masing 4 obyek wisata atau 31%. Obyek wisata yang potensial untuk dikembangkan terlebih dahulu adalah obyek wisata Pantai Tanjung Kodok dan Goa Maharani. Obyek wisata ini menjadi prioritas utama dikembangkan di Kabupaten Lamongan karena disamping potensinya yang tinggi juga karena jumlah pengunjung yang banyak. Dalam pembuatan arahan pengembangan obyek wisata Pantai Tanjung Kodok dengan mempertimbangkan hasil penilaian potensi obyek wisata dan harapan¬harapan wisatawan, perlu adanya pengembangan obyek wisata berupa penambahan kegiatan wisata berupa atraksi wisata pantai, perbaikan kualitas obyek wisata berupa peningkatan kebersihan dan keasrian lingkungan obyek wisata dan perbaikan sarana prasarana berupa penyediaan pondok wisata, air bersih, perbaikan warung makan, penataan tempat parkir dan perbaikan taman bermain. Sedangkan di obyek wisata Goa Maharani perlu adanya perbaikan kualitas atraksi pendukung berupa komedi putar dan pentas seni dan perbaikan sarana prasarana berupa penyediaan pondok wisata, penataan tempat parkir, rumah makan dan taman bermain.

Tourism objects represent a very important asset in tourism development of a region. Lamongan regency as one of the tourism destination in Province of East Java owns 13 (thirteen) tourism objects which consists of natural, culture and artificial tourism objects. The aims of this research is to know the internal and external potency of tourism objects in Lamongan regency, to know the potential tourism objects in Lamongan regency, to know tourist expectations and to make instruction of development potential tourism objects. Data used in this research is primary and secondary data. Primary data is determined from field observation and quisioner processing technique and data analysis used in this research are (1) clasification analysis to determine the level of tourism object potency, (2) quantitative analysis to determine the potential tourism object and (1) frequency table to process the primary data obtained from quisioner. Based on the result of this research, it is found that from 13 (thirteen) tourism objects in Lamongan regency 3 objects or 23% has high internal potency and 5 objects or 38% has each from medium and low internal potency. From external potential tourism objects, 5 objects or 38% has high external potency and 4 objects or 31% for medium and low external potency. Potential tourism objects to be developed are Tanjung Kodok Beach and Goa Maharani. These tourism objects have the priority in Lamongan regency to be developed because of their potency and also the amount of tourist visiting. Considering the potency of tourism objects and tourist expectation, Tanjung Kodok Beach needs tourism object developing by adding tourism attractions such as beach attraction, improving the quality of tourism object such as the cleanliness and the beauty of environment, medium and infrastructure like providing cottages, clean water, restaurants, arranging parking area and play ground. Mean while, Goa Maharani needs improvement in quality of supporting attraction such as carrousel and art shows and improvement in medium and infrastructure such as providing cottages, arranging parking area, restaurants, and play ground. t

Kata Kunci : Pengembangan pariwisata,Potensi obyek wisata,Lamongan,Jawa Timur

  1. S1-2004-115450-Anshori_Fahrudin-abstract.pdf  
  2. S1-2004-115450-Anshori_Fahrudin-bibliography.pdf  
  3. S1-2004-115450-Anshori_Fahrudin-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2004-115450-Anshori_Fahrudin-title.pdf