Konversi lahan pertanian dan hubungannya dengan perubahan struktur mata Pencaharian penduduk dikabupaten Sleman
Atika Meilani Putri, Drs. Soekadri, M.S.; Drs. Agus Sutanto, M.Sc.
2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPerkembangan kegiatan kekotaan semakin tumbuh pesat hingga ke daerah-daerah sekitar kota. Kompetisi untuk penguasaan/pemilikan lahan untuk berbagai kepentingan akan mengancam kegiatan pertanian. Gejala konversi lahan pertanian telah mengakibatkan penyusutan luas lahan pertanian hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Sleman. Banyak masyarakat yang masih tergantung kepada sektor pertanian sebagai sumber matapencaharian. Dengan demikian konversi lahan pertanian semakin menambah beban petani. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pola konversi lahan pertanian yang berlangsung di Kabupaten Sleman, 2) untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh, khususnya faktor demografi dan aksesbilitas. Tujuan ketiga, untuk mengetahui hubungan perubahan struktur matapencaharian penduduk dengan tingkat konversi lahan pertanian. Selanjutnya yang keempat untuk mengetahui kesesuaian gejala konversi Iahan pertanian yang berlangsung dengan kebijakan pembangunan di Kabupaten Sleman. Penentuan daerah penelitian di Kabupaten Sleman yang ditentukan secara purposif dengan alasan : 1) Kabupaten Sleman mempunyai kharakteristik dalam hal keragaman potensi alam, 2) Kabupaten sebagai daerah recharge area mempunyai tingkat konversi lahan yang tinggi, 3) Kabupaten Sleman mempunyai keragaman dalam tingkat konversi lahan sehingga diharapkan dapat mempu memberikan gambaran secara jelas mengenai gejala konversi lahan pertanian secara umum. Analisa data sekunder digunakan untuk menerangkan gejala konversi lahan pertanian yang berlangsung. Selanjutnya selain menggunakan tabulasi silang, hubungan dari kedua variabel diuji dengan menggunakan anaEsa korelasi Product-Moment dari Pearson. Alat untuk pembuktian hipotesa digunakan peta dan uji statistik analisa korelasi Product-Moment. Hasil akhirnya didapatkan hubungan antara faktor demografi dan aksesbilitas dengan tingkat konversi lahan pertanian. Namun tidak ditemukan adanya hubungan dengan tingkat perubahan struktur matapencaharian penduduk dengan tingkat konversi lahan pertanian. Peta sebagai alat pembuktian hipotesa juga berhasil memperlihatkan pola konversi Iahan pertanian di Kabupaten Sleman. Konversi lahan pertanian di Kabupaten Sleman menunjukkan adanya penyimpangan terhadap kebijakan pemerintah di beberapa desa.
Developing of non-farm activities is more increase to rural area. The competition of land dominating for any importence will threat the farm activities. The conversion of farm land use has resulted decrease wide till all area of Sleman Regency. Most people still depend on farm sector as a source of their subsistence. Thus, the farm area increased the farmer load more. Sleman Regency has many problem because of the farm landuse conversion. It shown with increased non farm landuse in rural area. The variation of landuse in Sleman Regency make this fenomena become importance. For next, this fenomena needs more attention from govemment. Until now, govemment has a landuse policy to handle this problems. The purposes of this research are : 1) for knowing the pattern of farm landuse conversion at Sleman Regency, 2) for knowing the influential factor, especially demographic and accesbilities factors. The third purpose is for knowing the relation between subsisten structure changed and conversion of farm landuse. Then, the fourth purpose is for knowing the compability between farm landuse conversion and the development policy of Sleman Regency. The determination of research area in Sleman Regency is determined purposively with following reason : 1) The Sleman Regency has a character in 1and potency, 2) Has function as a recharge area for other area, 3) Sleman Regency has a high variation of farm landuse conversion degree. For examining the hipotesis, has been used Product-Moment Correlation Analyzing. Product-Moment Analysies used for knowing the relation between variabel farm landuse conversion and others variabel in this research. Finnaly, Product-Moment Anlysies used for knowing the relation between farm landuse conversion and the changed of subsistence structure.
Kata Kunci : Konversi Lahan;Mata Pencaharian,Sleman,DIY,Penduduk