Kajian penyerapan pekerja pada program pemberdayaan daerah dalam mengatasi dampak krisis Ekonomi (PDM_DKE) di kab. Dati II Blitar
Didik Purbadi, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Lutfi Muta'ali, S.Si. M.T.
2000 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKrisis ekonomi tahun 1997 telah membawa dampak yang cukup luas dan serius bagi perekonomian nasional, khususnya bagi masyarakat miskin. Bappenas kemudian menyelenggarakan Program Pemberdayaan Daerah Dalam Mengatasi Dampak Krisis ekonomi (PDM-DKE), Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masayarakat yang terkena dampak krisis melalui penciptaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Tujuan peneiitian ini adalah untuk mengetahui: 1) keterkaitan program PDM¬DKE, yang dilaksanakan di Kabupaten Dati II Blitar terhadap penyerapan pekerja dan penambahan kesempatan kerja, 2) distribusi penyerapan pekerja pada berbagai kegiatan ekonomi produktif yang tercipta dan biaya per unitnya (unit cost); 3) perbedaan penyerapan pekerja antara wilayah Blitar bagian utara yang memiliki kondisi fisik lebih subur dibandingkan Blitar bagian Selatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan metode analisa deskriptif dan analisa statistik yaitu analisa per loan dengan menggunakan uji varians satu jalur clan uji t. Pelaksanaan program selama 5 bulan menyerap dana Rp 4.385.029.908,- yang terdistribusi ke dalam sektor pertanian 33,76 %, industri kecil 31.61 %, perdagangan 23,10 %, dart terkecil sektor jasa 11,52 %. Total pekerja terserap 12.933 jiwa yang terserap pada masing-masing kegiatan ekonomi produktif, yaitu dari yang terbanyak adalah sektor pertanian 4.754 jiwa (36,76 %), industri kecil 3.762 jiwa (29,09 %), perdagangan 3.180 jiwa (24,59 %), dan jasa 1.237 jiwa (9,56 %). Dari total pekerja tersebut 3.245 % atau 4.233 berasal dan kelompok sasaran penganggur, sehingga selama program berlangsung telah terjadi penambahan kesempatan kerja 0,85 % daripada sebelum program dilangsungkan. Namun demikian, adanya berbagai asumsi kelemahan dalam pelaksanaan program PDM-DKE, maka pekerja yang terserap tersebut sebenarnya cenderung hanya menambah jam kerja dari setengah menganggur meniadi bekerja penuh, karena dalam kenyataannya mereka belum tentu selalu menganggur. Di antara kegiatan ekonomi yang terealisasi, sektor jasa mempunyai perbedaan dengan kegiatan ekonomi sektor jasa memiliki daya serap paling kecil dan biaya per unit paling mahal untuk menciptakan kesempatan ketja. Sementara untuk sektor pertanian, industri kecil, dan perdagangan relatif sama. Tingkat kesuburan wilayah tidak mempengaruhi jumlah pekerja yang terserap. Blitar bagian Selatan yang kurang subur daripada Blitar bagian Utara tidak memiliki perbedaan yang nyata terhadap jumlah pekerja yang terserap. Namun demikian, rata-rata biaya per unit untuk menciptakan kesempatan kerja lebih tinggi. Untuk perbaikan program sejenis perlu ditekankan: 1) perbaikan metode dan konsep untuk mengidentifikasi kelompok sasaran, sehingga dapat mendukung keakuratan data; 2) lebih mendorong ke arah diversifikasi perekonomian perdesaan khususnya pengembangan kegiatan di luar sektor pertanian. Hal ini dapat dilakukan dengan penambahan modal usaha sebagai insentif (perangsang) dan pemberian pendidikan dan latihan khususnya di sektor jasa. Bantuan ini dapat diarahkan minimal di seluruh wilayah Blitar bagian Selatan.
-
Kata Kunci : Penyerapan pekerja,Pemberdayaan daerah,krisis ekonomi,Blitar,Jawa Timur