Laporkan Masalah

Hubungan Antara Derajat Keparahan Penyakit Saat Masuk Rumah Sakit Dengan Luaran Maternal Dan Perinatal Pada Pasien Preeklamsia Di RSUP Dr. Sardjito Tahun 2009-2011

Niko Kristianto, dr. R. Detty Siti Nurdiati Z., MPH, Ph.D., Sp.OG(K); dr. Irwan Taufiqur Rachman, Sp.OG(K)

2012 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang : Kesehatan ibu atau maternal health merupakan isu kesehatan yang diperhatikan dunia kesehatan secara global. Di Indonesia sendiri tercatat bahwa pada tahun 2010 terdapat 34 bayi meninggal per 1000 kelahiran hidup dan 228 ibu meninggal dalam setiap 100.000 kelahiran hidup (Pusat Data & Informasi, Kementrian Kesehatan RI, Juli 2011). Preeklamsia sebagai salah satu penyakit berbahaya pada ibu hamil perlu ditangani secara dini untuk menghindari komplikasi yang dapat merugikan ibu maupun janinnya. Tujuan : Mengetahui hubungan antara derajat keparahan preeklamsia berdasarkan komplikasi yang terjadi dengan luaran maternal dan perinatal. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah cohort retrospektif dengan menggunakan data sekunder. Sampel yang diambil berasal dari rekam medis RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2009-2011. Data yang didapat akan dianalisis secara deskriptif, lalu dengan metode chi square univariat untuk melihat hubungan antara keparahan preeklamsia dengan luaran maternal yang dilihat dari kematian ibu dan perinatal yang dilihat dari asfiksia (skor apgar menit ke-1 <7). Faktor pengganggu akan dianalisis dengan metode regresi logistik. Hasil : Hasil analisis dengan chi square univariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keparahan preeklamsia dengan luaran perinatal (OR=3,461; p value=0,000), namun tidak dengan luaran maternal. Faktor pengganggu yang terbukti memiliki hubungan signifikan dengan luaran perinatal adalah usia kehamilan (OR=3,954; p value=0,000) dan metode persalinan (OR=2,688; p value=0,004). Analisis dengan metode regresi logistik multivariat pun menunjukkkan hubungan yang signifikan antara luaran perinatal dengan derajat keparahan preeklamsia (OR=2,690; p value=0,003), usia kehamilan (OR=3,345; p value=0,000), dan metode persalinan (OR=2,198; p value=0,042). Kesimpulan : Derajat keparahan preeklamsia, berdasarkan komplikasi yang terjadi, dapat menurunkan kualitas luaran perinatal dengan meningkatkan resiko asfiksia. Derajat keparahan preeklamsia tidak memiliki hubungan bermakna dengan luaran maternal.

Background : Maternal health is one of health issues that is considered important in the global health. In Indonesia there are 34 babies die in every 1000 live births and 228 mother die in every 100.000 live births in 2010 (Pusat Data & Informasi, Kementrian Kesehatan RI, July 2011). Preeclampsia as on of dangerous disease in pregnant woman needs to be intervented early to prevent the present of complications that could aggravate the maternal and perinatal outcome. Objective : To find the correlation between the severity of preeclampsia based on present complications with maternal and perinatal outcome. Methods : This study was using retrospective cohort with secondary data. Sample is taken from medical records in Dr. Sardjito Hospital from 2009 to 2011. The data is analized with descriptive method, and then with chi square method to find the correlation between severity of preclampsia with maternal and perinatal outcome. Confounding factors are analized with logistic regression method. Results : The results of analyisis using univariate chi square shows significant correlation between severity of preeclampsia and perinatal outcome (OR=3,461; p value=0,000), but not with maternal outcome. Confounding factor that shows significant correlation with perinatal outcome are gestational age (OR=3,954; p value=0,000)and labor method (OR=2,688; p value=0,004). The analysis using multivariate logistic regresion method also shows significant correlation between perinatal outcome and severity of preeclampsia(OR=2,690 ; p value=0,003), gestational age (OR=3,345; p value=0,000), and labor method (OR=2,198; p value=0,042). Conclusion : The severity of preeclampsia, based on present complications, can aggravate perinatal outcome by increasing the risk factor of asphyxia. The severity of preeclampsia doesn’t have correlation with maternal outcome.

Kata Kunci : preeclampsia, severity, maternal outcome, perinatal outcome, asphyxia, maternal death, preeklamsia, derajat keparahan, luaran maternal, luaran perinatal, asfiksia, kematian ibu

  1. S1-FKU-2012-NikoKristianto-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-2012-NikoKristianto-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-2012-NikoKristianto-tableofcontents.pdf  
  4. S1-FKU-2012-NikoKristianto-title.pdf