Laporkan Masalah

MENSEGREGASIKAN DIRI ATAU TERSEGREGASI? STUDI ALASAN KELUARGA TIONGHOA UNTUK TINGGAL DI KOMUNITAS BERPAGAR DI KABUPATEN TANGERANG

Tiara Limoharjo, Dr. Lambang Trijono

2025 | Skripsi | Sosiologi

Komunitas berpagar merupakan bentuk hunian yang umumnya ditemukan di perkotaan. Penggunaan kata “berpagar” disebabkan adanya fasilitas yang berfungsi menjadi pemisah antara penghuni dan masyarakat di luar. Keberadaan komunitas berpagar membawa polemik di tengah berbagai kelompok, secara khusus dalam ranah akademik. Fasilitasnya – secara khusus pagar – dikhawatirkan menciptakan segregasi sosial di tengah masyarakat. Namun, di saat yang bersamaan, fasilitas tersebut menawarkan rasa aman kepada penghuninya. Meskipun tidak eksklusif ditempati oleh satu etnis, penghuni komunitas berpagar di kota besar di Indonesia identik diasosiasikan oleh masyarakat keturunan Tionghoa kelas menengah atas. Studi ini mengkaji alasan masyarakat keturunan Tionghoa untuk tinggal di komunitas berpagar serta bagaimana identitas diri mereka memengaruhi interaksi dan strategi berada di tengah masyarakat plural.

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan lokus Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Didapatkan beberapa alasan masyarakat Tionghoa memilih untuk tinggal di komunitas berpagar, seperti faktor keamanan, lambang prestise, fasilitas yang ditawarkan, dan komunitas. Sementara itu, mengenai pemisahan antar “di dalam” dan di luar” yang disebabkan oleh kehadiran pagar, kedua belah pihak tidak melihat kehadiran fasilitas yang dimiliki oleh komunitas berpagar sebagai alasan yang menutup mereka dalam melakukan interaksi sosial. Sebab terdapat berbagai ruang yang memfasilitasi interaksi antaretnis. Walaupun begitu, tidak dimungkiri bahwa identitas etnis dan kelas sosial masih menjadi pertimbangan bagi masyarakat nontionghoa untuk melakukan interaksi. Bagi masyarakat Tionghoa, identitas diri mereka, yang pernah mengalami othering, membuat mereka tidak seleluasa itu menunjukkan diri di dalam masyarakat. Dengan itu, masyarakat Tionghoa melakukan berbagai strategi negosiasi identitas dalam memaknai pluralitas lingkungan masyarakat Indonesia.

Gated communities are a form of housing commonly found in urban areas. The use of the word ‘gated’ is due to the presence of facilities that function as a separation between residents and the outside community. Gated communities bring polemics among various groups, specifically in the academic realm. The facility - specifically the fence - is feared to create social segregation in the community. At the same time, however, the facility offers a sense of security to its residents. Although not exclusively occupied by one ethnicity, the residents of gated communities in major cities in Indonesia are identifiably upper-middle-class Chinese. This study examines why people of Chinese descent live in gated communities and how their self-identity influences their interactions and strategies for being in a plural society.

This research uses a case study approach with the locus of Gading Serpong, Tangerang Regency. It found several reasons Chinese people live in gated communities, such as safety, prestige, facilities, and community. Meanwhile, regarding the separation between ‘inside’ and ‘outside’ caused by the fence, both parties do not see the presence of facilities owned by the gated community as a reason that closes them to social interaction. This is because various spaces facilitate inter-ethnic interaction. Even so, it is undeniable that ethnic identity and social class are still a consideration for the non-Chinese community to interact. The Chinese community's self-identity, which has experienced othering, makes them not as free to show themselves in society. With that, Chinese people carry out various identity negotiation strategies to interpret the plurality of Indonesian society.

Kata Kunci : komunitas berpagar, relasi antaretnis, segregasi sosial, identitas masyarakat tionghoa, pluralitas.

  1. S1-2025-473490-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473490-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473490-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473490-title.pdf