Kualitas airtanah bebas untuk air minum di kota administratif Purwokerto
Arif Budiarto, Drs. Suyono, M.S.
1996 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANMasalah kualitas airtanah semakin lama semakin penting untuk diperhatikan, khususunya di daerah perkotaan atau daerah yang rawan pencemaran. Penelitian ini dilakukan di Kota Administratif Purwokerto dengan tujuan mempelajari kualitas airtanah babas dan mengevaluasi kualitas airtanah bebas untuk keperluan air minum penduduk. Sampel airtanah diambil dan aumur-sumur gali penduduk dengan metode ‘random sampling'. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data kedalaman muka airtanah babas pada sumur gali, data sifat fisik air : suhu, pH, DHL, kekeruhan, data sifat kimia airtanah : Ca+2, Mg2+, K+, SO42-, HCO3-, NH4+, Fe3+, NO3-, NO2-, kesadahan, BOD, GOD dan fluktuasi airtanah bebas. Metode analisa data yang digunakan meliputi analisa grafis dengan diagram Stiff serta analisa keruangan den deskriptif, dengan menggunakan tabel yang menghubungkan antara hasil analis laboratorium dengan tingkat kepadatan penduduk, peta-peta ataupun basil pengamatan lapangan. Hasil pengukuran dan analisa 1aboratorium menunjukkan bahwa tingkat kepadatan penduduk di daerah penentian memiliki korelasi positip dengan tingkat pencemaran air¬tanah bebas. Kadar unsur kimiawi dalam beberapa sampel airtanah menunjukkan terjadinya pencemaran limbah domestik yang melampaui bates ambang Baku mutu air golongan B. Daerah-daerah yang memiliki kadar unsur kimia melebihi ambang bates adalah Kalurahan Bancarkembar yang kadar Fe sebesar 1,61 mg/1, Kelurahan Purwokerto Lor dengan kadar NO3 nya sebesar 12,3 mg/1, Kelurahan Berkoh dan Kranji dengan kadar NO2 masing-messing sebesar 0,119 mg/1; Kelura¬han Sokanegara dan Purwokerto Kulon dengan kadar NH4 sebesar 0,051 mg/1 dan 0,052 mg/1.
-
Kata Kunci : Kualitas airtanah bebas,Purwokerto,Jawa Tengah