Perbandingan Jumlah Formasi Biofilm Streptococcus mutans pada Beeswax Kitosan Sinamaldehid Sebagai Malam Ortodonti
Dea Ulhaq, Dr. drg. Andi Triawan, Sp. Ort. Subsp. DDPK (K). ; drg. Yanuarti Retnaningrum, Sp. Ort. Subsp. DDPK (K).
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Perawatan ortodonti adalah
salah satu perawatan dalam kedokteran gigi yang berfokus pada perkembangan
wajah dan gigi geligi serta oklusi. Peranti ortodonti cekat adalah salah satu
peranti dalam perawatan ortodonti. Penggunaan peranti ortodonti cekat
seringkali menyebabkan terjadinya ulkus traumatik pada mukosa oral. Penyebab
terjadinya ulkus traumatik adalah adanya gesekan antara komponen pada alat
ortodonti cekat dan mukosa. Dokter gigi biasanya mengatasi ulkus traumatik
dengan memberikan malam ortodonti sebagai barrier antara komponen alat
ortodonti yang menyebabkan terjadinya ulkus traumatik dan mukosa. Beeswax adalah
malam alami yang berasal dari lebah. Kitosan dapat berperan sebagai antibakteri
dan antioksidan. Sinamaldehid adalah zat yang terkandung dalam kayu manis (Cinnamommum
burmanii) yang dapat berperan sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Beeswax
kitosan sinamaldehid dikombinasikan menjadi malam ortodonti untuk
memaksimalkan fungsinya. Salah satu karakteristik malam ortodonti yang baik adalah
yang perlekatan biofilmnya rendah sehingga tidak menimbulkan masalah baru dalam
rongga mulut. Streptococcus mutans adalah salah satu bakteri dalam
rongga mulut yang dapat membentuk biofilm dan menyebabkan terjadinya karies
gigi.
Penelitian ini dilakukan
dengan membandingkan jumlah formasi biofilm yang terbentuk pada malam ortodonti
BKS (Beeswax kitosan sinamaldehid) dan malam ortodonti yang sudah dijual
secara komersial selama 72 jam. Malam ortodonti merek GUM adalah salah satu
malam ortodonti komersial yang mengandung ekstrak lidah buaya dan vitamin E
yang dapat berperan sebagai antibakteri.
Hasil penelitian dianalisis
menggunakan Welch t-test. Analisis hasil penelitian menunjukkan jumlah
formasi biofilm Streptococcus mutans pada malam ortodonti BKS (Beeswax
kitosan sinamaldehid) dan malam ortodonti merek GUM tidak menunjukkan
perbedaan yang signifikan. Jumlah formasi biofilm pada malam ortodonti BKS (Beeswax
kitosan sinamaldehid) dan malam ortodonti komersial merek GUM relatif
sama.
Orthodontic treatment is one
of the treatments in dentistry that focuses on the development of facial, teeth,
and occlusion. The fixed orthodontic appliance is one of the appliance in
orthodontic treatments. The use of fixed orthodontic appliance often causes
traumatic ulcers to occur in the oral mucosa. The cause of traumatic ulcers is
friction between the components of the fixed orthodontic appliance and the oral
mucosa. Dentists usually treat traumatic ulcers by providing orthodontic wax as
a barrier between the components of the orthodontic appliance that cause
the traumatic ulcer and the mucosa. Beeswax is a natural wax that comes
from bees. Chitosan can act as an antibacterial and antioxidant. Cinnamaldehyde
is a substance contained in cinnamon (Cinnamommum burmanii) that can act
as antibactery and anti-inflammatory. Beeswax chitosan sinamaldeide is
combined into an orthodontic wax to maximize it’s function. One of the good
orthodontic wax is the one with low biofilm attachment so that it does not
cause new problems in the oral cavity. Streptococcus mutans is one of
the bacteria in the oral cavity that can form biofilms and cause dental caries.
This study was conducted by
comparing the number of biofilm formations formed on the BKS (beeswax chitosan
cinnamaldehyde) and on the orthodontic wax that have been sold commercially for
72 hours. GUM brand orthodontic wax is one of the commercial orthodontic wax that
contains Aloe vera extract and vitamin E which can act as an
antibacterial.
The results of the study were analyzed using the Welch t-test. The analysis of the results showed that the number of Streptococcus mutans biofilm formations on the BKS (beeswax chitosan cinnamaldehyde) and GUM orthodontic wax did not show a significant difference. The number of biofilm formations on the BKS (beeswax chitosan cinnamaldehyde) and GUM orthodontic wax was relatively the same.
Kata Kunci : ulkus traumatik, malam ortodonti, biofilm, Streptococcus mutans, beeswax, kitosan, sinamaldehid.