Laporkan Masalah

Hubungan antar D-dimer dan Glukosa darah dengan Luaran Pasien COVID-19 Derajat Sedang-Berat

MULYANI KHUSNUL KHOTIMAH, Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A;dr.Siswanto, Sp.P

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

pendahuluan: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) telah menjadi pandemi
dengan angka kematian yang tinggi. Pasien COVID-19 berat seringkali mengalami
gangguan koagulasi karena hiperinflamasi yang terjadi dan seringkali keadaan ini
diperberat dengan komorbid tertentu seperti diabetes mellitus. Koagulopati yang
terjadi dapat ditandai dengan peningkatan kadar D-dimer. Keadaan hiperglikemi
pada pasien juga dapat memperberat kondisi tersebut. Keadaan ini akan
memperberat kondisi pasien dan mempengaruhi luaran hasil pada pasien yang dapat
dilihat dari lama perawatan, perawatan ICU dan kematian. Penelitian ini bertujuan
untuk melihat apakah terdapat hubungan antara D-dimer dan glukosa darah seaktu
dengan luaran hasil pada pasien.
Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien
COVID-19 di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Sebanyak 2.757 pasien yang terdiagnosis COVID-19 periode januari 2021-
desember 2022 dengan 221 pasien diantaranya merupakan pasien COVID-19
derajat sedang-berat. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan
eksklusi. Subjek yang memenuhi kriteria ekslusi dan inklusi sebanyak 202 orang.
Hasil: Hasil analisis data didapatkan adanya hubungan antara kadar kadar D-dimer
dan glukosa darah dengan diabetes mellitus (p=0,030 dan p=0,00) dan tidak
terdapat hubungan antara D-dimer dengan glukosa atau sebaliknya (p=0,896).
Analisis data dengan uji Chi square menunjukkan adanya hubungan antara D-dimer
dan glukosa dengan lama perawatan (p=0,010 dan p=0,041) serta terdapat
hubungan antara D-dimer dengan perawatan ICU (p=0,008) dan kematian
(p=0,013). Analisis hubungan glukosa dan luaran pasien menunjukkan tidak
terdapat hubungan antara glukosa dengan perawatan ICU dan kematian (p=0,735
dan p=0,117).
Kesimpulan: Walaupun terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara
kadar D-dimer dan luaran hasil pasien, jumlah subjek dengan D-dimer tinggi lebih
banyak dijumpai pada kelompok dengan luaran hasil yang baik. Hal ini
menunjukkan bahwa D-dimer tidak dapat menjadi faktor prediktor tunggal untuk
luaran hasil pada pasien yang dilihat dari lama perawatan pasien di rumah sakit,
perawatan ICU dan kematian

Introduction: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) has become a pandemic with a high mortality rate. Severe COVID-19 patients often experience coagulation disorders due to hyperinflammation, which is further exacerbated by certain comorbidities such as diabetes mellitus. Coagulopathy can be indicated by an increase in D-dimer levels. Hyperglycemia in patients can also worsen this condition, affecting patient outcomes, including the length of hospital stay, ICU admission, and mortality. This study aims to determine whether there is a relationship between D-dimer and random blood glucose levels with patient outcomes.
Methods: This study utilized secondary data from the medical records of COVID-19 patients at the Academic Hospital of Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. A total of 2,757 patients diagnosed with COVID-19 from January 2021 to December 2022 were analyzed, with 221 of them classified as moderate-to-severe COVID-19 cases. The selection of research subjects was based on inclusion and exclusion criteria, resulting in a total of 202 eligible subjects.
Results: Data analysis revealed a significant relationship between D-dimer and blood glucose levels with diabetes mellitus (p=0.030 and p=0.00), but no relationship between D-dimer and glucose levels or vice versa (p=0.896). Chi-square analysis indicated a significant relationship between D-dimer and glucose levels with the length of hospital stay (p=0.010 and p=0.041). Additionally, there was a significant relationship between D-dimer and ICU admission (p=0.008) as well as mortality (p=0.013). However, no significant relationship was found between glucose levels and ICU admission or mortality (p=0.735 and p=0.117).
Conclusion: Although there was a statistically significant association between D-dimer levels and patient outcomes, a higher number of subjects with elevated D-dimer levels were found in the group with favorable outcomes. This suggests that D-dimer alone cannot serve as a single predictor for patient outcomes, as measured by hospital stay duration, ICU admission, and mortality.

Kata Kunci : COVID-19, D-dimer, glucose, diabetes mellitus

  1. S2-2025-466017-abstract.pdf  
  2. S2-2025-466017-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-466017-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-466017-title.pdf