Perubahan nilai lahan di desa Maguwoharjo kecamatan Depok tahun 1984-tahun 1989
Christian Wessok, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTulisan ini merupakan hasil penelitian yang bertu¬juan untuk mempelajari perbedaan harga lahan tahun 1984 dan tahun 1989, perbedaan perubahan harga tahun 1984 dan 1989, serta faktor penyebab perubahan harga lahan. Pene¬litian telah dilaksanakan di Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Untuk mencapai tujuan peneliti¬an dengan menggunakan metode survai di mana persil lahan merupakan unit analisa, daerah penelitian yang merupakan titik temu jalan utama dikelompokkan menjadi 3 wilayah. Dari 20 dusun ditetapkan 3 dusun berdasarkan “Purposive sampling" meliputi, 1) wilayah dilalui jalan Solo (A), 2) Wilayah dilalui jalan lingkar dan jalan ke Ngemplak (B), dan 3) wilayah yang tidak dilalui jalan utama (C). Dari ketiga daerah penelitian ditetapkan secara "acak sistematik" 90 persil lahan untuk menentukan responden pemilik lahan sehingga diperoleh 90 responden. Data yang diperoleh dari responden berupa ukuran persil, harga la¬han tahun 1984 dan tahun 1989 dengan cara wawancara, di¬dukung data dasar dari peta kadaster skala 1: 5.000. Da¬ta sekunder meliputi data penggunaan lahan, mutasi la¬han, topografi, monografi desa, ditunjang data dari to¬koh kunci untuk melengkapi data yang belum terhimpun. Teknik analisa data yakni analisis koefisien korelasi, uji F, analisis koefisien regresi berganda, serta uji T dengan menggunakan paket program SPSS/PC+. Hasil peneli¬tian menunjukkan bahwa dengan luas wilayah 1501 hektar terdiri dari daerah terbangun 60,92 persen, sawah 34,92 persen, serta sisanya 4,16 persen pertanian lahan ke¬ring. Jumlah penduduk 17.781 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 3594, kerapatan bangunan 22 buah tiap hektar, serta rerata pemilikkan lahan 0,13 hektar per kepala ke-luarga. Harga lahan umum 2,75 kali lebih besar daripada harga dasar lahan, sedangkan di wilayah yang dilalui ja¬lan utama (A) nilai tertinggi perubahan harga lahan 5,2 kali lebih besar dibandingkan dengan wilayah yang tidak dilalui oleh jalan utama (C). Aksesibilitas mempunyai korelasi terkuat dengan perubahan harga lahan, pusat perbelanjaan mempunyai koefisien korelasi tertinggi de¬ngan derajad kepercayaan 99,9 persen. Nilai R ganda = 0,72702, hal ini berarti bahwa antara kriterium dan pre¬diktor ada hubungan nyata dan kuat. Ketiga faktor penye¬bab perubahan memberi pengaruh terhadap perubahan harga lahan sebesar 52,86 persen (R kuadrat = 0,52856). Fak-tor paling dominan mempengaruhi perubahan harga lahan yakni faktor aksesibilitas dengan prediktor paling domi¬nan yakni jarak ke perguruan tinggi sig T = 0,0009 atau 99,91 persen. Prediktor lain yakni jarak ke sekolah da¬sar sebesar 96,63 persen, serta jarak ke kantor desa de¬ngan pengaruh sebesar 98,82 persen. Dengan perkataan lain daerah penelitian mempunyai letak yang strategis serta mempunyai aksesibilitas yang tinggi, sehingga per¬ubahan harga lahan terkait erat dengan tinggi atau ren¬dahnya aksesibilitas suatu wilayah
-
Kata Kunci : Perubahan nilai lahan,Depok,Sleman,DIY