Keadaan rumah dan usaha perbaikan di desa Mangunan kecamatan Dlingo kabupaten Bantul
Dewa Gde T. Aribawa, Drs. Irfan Yahya,S.U.
1989 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHRumah merupakan salah satu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Atas dasar ini, maka yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk meli¬hat keadaan rumah, dan usaha perbaikan rumah, yang kemudi¬an dikaitkan dengan letak dan keadaan sosial-ekonomi pen¬duduk. Keadaan sosial-ekonomi yang dibicarakan menyangkut pendidikan dan pendapatan perkapita. Metoda penelitian yang digunakan adalah dengan me¬toda penelitian survai, yang menggunakan sampel, dan meng¬gunakan daftar pertanyaan untuk mendapatkan informasi. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian Bantul Sosial-Ekonomi (Bases), yang bertujuan untuk menda¬patkan data dasar untuk perencanaan di Bantul, yang dila¬kukan atas kerja sama Fakultas Geografi dengan Pemerintah Tingkat II Bantul. Penelitian ini sendiri dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah mengetahui keadaan sosial¬ekonomi di dua daerah yang berbeda, yaitu daerah dataran yang diwalili 2 desa yaitu Desa Sidomulyo, dan Desa Mulyo¬dadi. Daerah perbukitan diwakili oleh 3 desa yaitu Desa Dlingo, Jatimulyo, dan Desa Mangunan. Pengambilan sampel masing-masing desa adalah 100 responden secara acak seder¬hana. Tahap kedua adalah penelitian detail Desa Mangunan Kecamatan Dlingo tentang keadaan rumah. Metoda statistik yang digunakan dalam menganalisa adalah dengan Chi square. Untuk mengetahui besar dan ben¬tuk hubungan antara variabel-variabel yang diuji mengguna¬kan metoda statistik Tata-Jenjang dari Spearman. Hasil penelitian didapat, sebagian besar rumah di Desa Mangunan menggunakan bahan kayu sebagai dinding, dan lantai tidak diplester. Secara umum keadaan fisik rumah dapat dikelompokkan dalam kriteria jelek sampai agak baik (81 %). Segi perlengkapan, salah satu yang paling menonjol adalah banyak rumah yang tidak memiliki kamar mandi. Hal ini disebabkan oleh sumber air sangat sulit didapat, dan sumber air yang digunakan adalah "tuk". Pemilikan kakus, hampir setiap rumah tangga telah memiliki. Secara umum keadaan perlengkapan dapat dikelompokkan dalam kriteria agak baik. Keadaan fisik rumah berhubungan dengan letak rumah (r=0,358), dan keadaan perkapita (r=0,110). Tingkat pendi¬dikan tidak berhubungan dengan keadaan fisik rumah, teta¬pi berhubungan dengan pendapatan perkapita, ini berarti tingkat pendidikan tidak berhubungan langsung dengan ke¬adaan fisik rumah, hanya mempengaruhi pendapatan perkapi¬ta. Keadaan perlengkapan rumah hanya berhubungan dengan letak rumah (r=0,219), dan keadaan fisik rumah (r=0,338). Usaha penduduk dalam usahanya memperbaiki rumah me-reka, berhubungan dengan tingkat pendapatan perkapita (r=0,424), dan tingkat pendidikan (r=0,330). Tingkat pen¬didikan berhubungan dengan tingkat kepuasan dari keadaan rumah mereka, sehingga makin balk tingkat pendidikan maka makin besar keinginan untuk memperbaiki rumah. Dalam usahanya memperbaiki rumah, umumnya masih berlaku sistem gotong royong, akan tetapi sistem ini beru¬bah, jika jenis bahan yang digunakan berasal dari luar da¬erah tersebut, dan waktu yang digunakan cukup lama.
-
Kata Kunci : Keadaan rumah,Usaha Perbaikan,Dlingo,Bantul,DIY