Perubahan Pandangan Pemerintah Pakistan terhadap Pengungsi Afghanistan: Antara Ancaman Keamanan Nasional dan Perlindungan Hak-Hak Pengungsi
Resti Nurfitriyani, Dr. Atin Prabandari, M.A. (IR)
2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Selama lebih dari empat dekade, Pakistan telah menjadi rumah bagi lebih dari tiga juta pengungsi Afghanistan. Awalnya, Pakistan menerima kedatangan pengungsi Afghanistan karena dianggap sebagai kelompok rentan yang membutuhkan bantuankemanusiaan, tetapi seiring waktu, pengungsi dianggap sebagai ancaman potensial bagi keamanan Pakistan. Perubahan ini berdampak signifikan pada kebijakan Pakistan terhadap pengungsi Afghanistan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teori konstruktivisme memahami bagaimana pandangan Pakistan terhadap pengungsi terbentuk dan berubah akibat dinamika sosial-politik domestik dan internasional. Teori sekuritisasi digunakan untuk memahami bagaimana aktor-aktor politik Pakistan mengkonstruksi pengungsi Afghanistan sebagai ancaman keamanan. Konsep perlindungan pengungsi digunakan untuk memahami dampak perubahan terhadap perlindungan hak-hak pengungsi Afghanistan dan tanggung jawab Pakistan sebagai negara tuan rumah. Hasil penelitian menunjukkan pandangan Pakistan terhadap pengungsi Afghanistan telah berubah dari pendekatan berbasis solidaritas atas persamaan identitas dan kepentingan geopolitik menjadi pendekatan yang berfokus pada keamanan nasional. Pakistan secara aktif membingkai pengungsi sebagai aktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kriminalitas, terorisme, dan beban ekonomi. Hal ini telah melanggengkan penerapan kebijakan restriktif, kebijakan pemulangan paksa (Illegal Foreigners’ Repatriation Plan —IFRP), yang berdampak terhadap perlindungan hak pengungsi yang diatur dalam hukum internasional. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dalam menangani isu pengungsi, yang tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga pada perlindungan hak-hak pengungsi.
For more than four decades, Pakistan has been home to over three million Afghan refugees. Initially, Pakistan welcomed the arrival of Afghan refugees, viewing them as a vulnerable group in need of humanitarian assistance. However, over time, refugees began to be perceived as a potential security threat to Pakistan. These changes significantly influenced Pakistan's policies toward Afghan refugees. This study employs a descriptive qualitative method and constructivist theory to understand how Pakistan's perspective on refugees has been shaped and altered by domestic and international socio-political dynamics. Securitization theory is used to analyze howPakistan political actors construct Afghan refugees as a security threat. Additionally, the concept of refugee protection is applied to assess the impact of these changes on the protection of Afghan refugees' rights and Pakistan’s responsibilities as a host country. The results of the study show that Pakistan's perspective on Afghan refugees has changed from a solidarity-based approach, rooted in shared identity and geopolitical interests, to a security-focused approach. Pakistan actively frames refugees as contributing actors to crime, terrorism, and economic burdens. This framing has led to the implementation of restrictive policies, including the forced repatriation policy (Illegal Foreigners’ Repatriation Plan —IFRP), which undermines the protection of refugee rights as outlined in international law. This study emphasizes the need for a more comprehensive and sustainable approach addressing refugee issues—one that not only prioritizes security but also ensures the protection of refugee rights
Kata Kunci : Pakistan, Pengungsi Afghanistan, Sekuritisasi, Konstruktivisme, Perlindungan Pengungsi