Pengaruh Bahan Organik dan Sistem Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L. kelompok Aggregatum)
MARDHA TRI YUDHA WIBAWA, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc.,; 2. Ibu Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D
2024 | Tesis | S2 Agronomi
Bawang merah (Allium cepa L Agregatum group) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak digunakan untuk keperluan pengobatan dan bumbu. Permintaan yang tinggi terhadap komoditas ini mendorong peningkatan produksi yang masif dengan memaksimalkan penggunaan bahan organik untuk memperkaya nutrisi dalam tanah sehingga meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Selanjutnya penerapan system pola tanam yang tepat efektif dan efisien dengan cara menerapakan pola tanam tumpangsari dengan dengan komoditas lain yaitu cabai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peningkatan bahan organic terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah dalam kondisi monokultur dan tumpangsari. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan taraf kesalahan ?= 5%, dilanjutkan dengan uji honestly significant difference (HSD) ?= 5%, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola tanam monokultur dan dosis bahan organaik pupuk kandang 5 ton/ha mampu menunjukan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi dan diameter umbi.
Shallots (Allium cepa L Agregatum group) is a horticultural plant that has high economic value and is widely used for medicinal and spice purposes. The high demand for this commodity encourages a massive increase in production with the use of chemical fertilizers. The negative impact of excessive use of chemical fertilizers leads to environmental damage such as soil degradation, toxicity to organisms. This requires innovation in production sustainability by reducing the use of chemical fertilizers by combining them with organic materials, namely cow manure fertilizer. Furthermore, the application of the right planting pattern system is effective and efficient by applying an intercropping planting pattern with other commodities, namely binocular chili. The purpose of this study is to determine the dosage of organic matter of cow dung in an intercropping system to help plant miners in increasing the growth and yield of shallot plants. The data was analyzed using a variety of fingerprints with an error level of ? = 5%, followed by an honestly significant difference (HSD) test ? = 5%, The results of this study showed that the monoculture planting pattern and the dose of organic matter of manure of 5 tons/ha were able to show the growth of plant height, number of leaves, number of tubers and diameter of tubers.
Kata Kunci : bahan organik, pola tanam, unsur hara