Laporkan Masalah

Hubungan Antara Ketahanan Hidup 5 Tahun Pasien Kanker Payudara Operabel Dengan Subtipe Imunohistokimia

Hendy Prima Setyawan, dr. Kunta Setiaji, Sp.B(K) Onk

2012 | Tesis-Spesialis | PPDS I Ilmu Bedah

Kanker payudara merupakan kanker yang mengancam jiwa yang paling sering terdiagnosis pada perempuan.(Stopeck, 2012)Kanker ini juga menyebabkan biaya yang sangat tinggi, baik pengertian secara manusiawi maupun ekonomi. Penyakit kanker payudara ini menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan kanker paru. (Perry, 2007) Sekitar 180.000 kasus baru kanker payudara terdiagnosis tiap tahunnya dan menyebabkan sekitar 48000 kematian tiap tahunnya di Amerika Serikat. Ekspresi kuantitatif ER dan PR dapat memprediksi keuntungan dari terapi endokrin pada terapi adjuvant dan kanker yang sudah bermetastasis. Telah dilaporkan bahwa pasien dengan ER + dan atau PR + mempunyai ketahanan hidup yang lebih baik. Her2 termasuk dari 4 membran reseptor familial dari tirosin kinase yang memediasi pertumbuhan, diferensiasi, dan ketahanan hidup dari sel. Hal ini memperkuat sekitar 15-25% pembentukan dari kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan hidup lima tahun pasien kanker payudara operabel dengan subtype imunohistokimia setelah menjalani operasi. Manfaat penelitian ini bagi dokter adalah dapat mengetahui hubungan antara ketahanan hidup pasien kanker payudara operabel dengan Subtipe Imunohistokimia. Manfaat penelitian ini bagi pasien adalah untuk memberikan informasi hal-hal yang dapat mempengaruhi ketahanan hidup pada penderita kanker payudara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode pemilihan teknik total sampling dari seluruh pasien yang menjalani operasi kanker payudara di bagian di bagian Bedah onkologi RSUP DR. Sardjito Yogyakarta pada tahun 2007. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah semua pasien kanker payudara maksimal stadium 3A yang dioperasi di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Kriteria eksklusi adalah pasien yang meninggal bukan disebabkan karena kanker payudara, dan pasien yang tidak diperiksa ER/PR Her2 Neu Dalam penelitian penelitian ini didapatkan 38 pasien yang masuk criteria inklusi, drop out 9 pasien , dari 29 pasien, terdapat 12 pasien dengan subtype luminal A, 7 hidup, 5 meninggal. 2 pasien dengan subtype luminal B, keduanya hidup, 12 pasien dengan subtype Her2type 9 hidup, 3 meninggal, 3 pasien dengan subtype tripel negative dengan 2 hidup, 1 meninggal. Setelah dilakukan uji analisis dengan chi square, didapatkan nilai p 0,627 dimana nilai ini lebih dari 0,05 sehingga menunjukkan tidak ada perbedaan antara ketahanan hidup pasien kanker payudara operable dengan subtype imunohistokimia.

Background: Breast cancer is the most common life threatening disease diagnosed in women. (Stopeck, 2012) This cancer also causes a very high cost, both in human and economic terms. Breast cancer has become the third highest cause of death after heart disease and lung cancer. (Perry, 2007) Approximately 180,000 new cases of breast cancer diagnosed each year and causes about 48,000 deaths each year in the United States. Quantitative ER and PR expression may predict benefit from adjuvant endocrine therapy in the treatment of cancer and were already metastasized. It has been reported that patients with ER + or PR + and have a better survival. Her2 including 4 of familial membrane receptor tyrosine kinase that mediates the growth, differentiation, and survival of cells. This strengthens the approximately 15-25% of breast cancer formation. Purpose of the Study: is to find five-year survival of breast cancer patients with a subtype operabel immunohistochemistry after surgery. The benefit of this study for clinicians is to determine the relationship between breast cancer survival rate in operable patients with the subtype of Immunohistochemistry. The benefits of this research for patients is to provide information on things that may influence survival in patients with breast cancer. Methods: Sampling was carried out by the method of election of the total sampling techniques of all patients who underwent surgery for breast cancer in the oncology department of Surgery at the DR. Sardjito Yogyakarta in 2007. Criteria for inclusion in the study were all patients maximun at 3A stage of breast cancer who were operated in the department of surgery Dr. Sardjito Yogyakarta Hospital. Exclusion criteria were patients who died not because of breast cancer, and patients were not examined of ER / PR Her2 Neu. Statistical calculation done by chi-square method using a computer program package. Results: In this research, the study of 38 patients who entered the inclusion criteria, drop out of 9 patients, of the 29 patients, there were 12 patients with luminal subtype A, 7 alive, 5 died. 2 patients with luminal B subtype, both were alive, 12 patients with subtype Her2type 9 alive, 3 died, 3 patients with triple negative subtype with 2 alive, 1 died. After analysis by the chi square test, p-value 0.627 obtained where the value is more than 0.05 that showed no significant difference between the survival rate of breast cancer patients with different immunohistochemical subtypes. Conclusion: There is no significant difference between the survival rate of operable breast cancer patients with different subtype of immunohistochemistry.

Kata Kunci : ketahanan hidup, kanker payudara operable, subtype imunohistokimia, 5-year survival rate, operable breast cancer, immunohistochemical subtypes

  1. S2-PAS-2012-HendyPrimaSetyawan-abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2012-HendyPrimaSetyawan-bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2012-HendyPrimaSetyawan-tableofcontent.pdf  
  4. S2-PAS-2012-HendyPrimaSetyawan-title.pdf