Performa Microwave-Assisted Extraction dalam Ekstraksi Phycobiliprotein dari Spirulina Platensis dengan Perlakuan Daya dan Aplikasi Asam Sitrat Sebagai Green Solvent
Kevin Dyo Pamungkas, Dr. Devi Yuni Susanti, S.T.P., M.Sc., IPM ASEAN Eng ; Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc
2025 | Tesis | S2 Mekanisasi/Teknik Pertanian
Phycobiliprotein adalah salah satu senyawa bioaktif
yang diklasifikasikan menjadi 3 senyawa utama yaitu phycocyanin (PC), allophycocyanin
(APC) dan phycoerythrin (PE) dengan beragam manfaat seperti kandungan
antioksidan senyawa utama diketahui memiliki sifat stabilitas fisikokima yang
rendah terhadap suhu lingkungan, yang dapat menghambat dalam proses
pengembangan metode ekstraksi yang inovatif dan efisien. Microwave-assisted
extraction (MAE) merupakan salah satu metode ekstraksi yang memanfaatkan
gelombang elektromagnetik dengan berbagai keunggulan dibandingkan dengan metode
ekstraksi konvensional seperti waktu yang lebih singkat dan peningkatan
efisiensi ekstrak yang tinggi. Namun, gelombang elektromagnetik yang dihasilkan
oleh MAE menyebabkan proses panas dalam lingkungan ekstraksi ini tidak dapat
dihindarkan. Penambahan asam sitrat sebagai green solvent dalam ekstraksi juga
mendukung metode ekstraksi yang lebih berkelanjutan dengan berbagai manfaat
seperti peningkatan proses ekstraksi dan pencegahan degradasi oleh senyawa phycobiliprotein
yang dihasilkan. Pada penelitian ini proses ekstraksi dilakukan menggunakan 2
variabel dengan 3 taraf yaitu daya 400W, 600W, 800W dan konsentrasi asam sitrat
1%, 2%, 3%. Ekstraksi dilakukan dengan suhu maksimum terkontrol 60°C selama 150
menit dengan pengambilan data pada interval waktu setiap 30 menit. Berdasarkan
data yang diperoleh menunjukkan bahwa daya microwave dan konsentrasi
asam sitrat pada penelitian ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
kandungan phycobiliprotein. Hasil PC, APC dan PE maksimum diperoleh pada
perlakuan daya 800 Watt dan konsentrasi asam sitrat 3% pada menit ke 150 dengan
nilai masing-masing 0,0309 mg/mL 0,0450 mg/mL dan 0,0189 mg/mL. Analisis pseudo-first order kinetic juga
menunjukkan bahwa ketepatan model dengan kesesuaian yang baik berdasarkan data
observasi dan prediksi yang dihasilkan melalui analisis parameter
keakuratannya.
Kata Kunci : phycobiliprotein, daya, asam sitrat, pseudo-first order kinetic