Pemberdayaan Pemuda melalui Kewirausahaan berbasis Warisan Budaya (Studi Program Kita Muda Kreatif UNESCO – Citi Indonesia)
Lusia Lilis Setianingtyas, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.
2025 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Pemuda merupakan agen pembangunan yang berperan mendorong perubahan dalam proses pembangunan. Sebagai segmen yang paling kreatif dari komponen masyarakat manapun, pemuda sekaligus merupakan kelompok yang paling rentan oleh tantangan sosial, ekonomi dan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini. Kebudayaan adalah hulu dari pembangunan manusia yang memiliki kekuatan untuk mengubah seluruh masyarakat, memperkuat komunitas lokal dan membentuk rasa identitas dan rasa memiliki bagi orang-orang dari segala usia. Kewirausahaan sebagai salah satu strategi pemberdayaan telah terbukti menghasilkan dampak signifikan bagi keberdayaan dan kesejahteraan. Program Kita Muda Kreatif (KMK) yang diinisiasi oleh UNESCO Jakarta melalui dukungan pendanaan dari Citi Foundation adalah program pemberdayaan pemuda melalui kewirausahaan berbasis warisan budaya yang telah dimulai sejak tahun 2017 di 10 wilayah di 6 provinsi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan pemuda melalui kewirausahaan berbasis warisan budaya, studi Program Kita Muda Kreatif (KMK) UNESCO Jakarta Citi Foundation tahun 2017 hingga 2023.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji Penyelenggara Program, Mitra Pelaksana dan wirausaha muda penerima manfaat program di dua wilayah pendampingan program meliputi Yogyakarta dan Bali sebagai unit analisis. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggali dan menyaring data yang sesuai.
Dalam proses analisis digunakan konsep pemberdayaan individu Zimmerman sebagai kerangka teori, penelitian ini menemukan bahwa pertama dalam proses pemberdayaan penting untuk mengawali dengan tahap mengidentifikasi potensi dan tantangan pemuda dalam konteks menjalankan kewirausahaan berbasis warisan budaya, dilanjutkan dengan strategi pemberdayaan. Kedua, Strategi pemberdayaan yang bottom up, need driven dan flexible dalam Program KMK membawa hasil atau dampak pemberdayaan yang tidak hanya terbatas pada aspek intrapersonal, interaksional dan perilaku namun lebih dari itu mendorong perubahan agensi pemuda di mana para wirausaha memiliki peran multi sebagai pendorong ekosistem kewirausahaan sekaligus mengemban misi pelestarian warisan budaya.
Youth are agents of development who play a role in driving change in the development process. As the most creative segment of any component of society, youth are also the most vulnerable group to the social, economic and environmental challenges facing the world today. Culture is the upstream of human development that has the power to transform entire societies, strengthen local communities and shape a sense of identity and belonging for people of all ages. Entrepreneurship as an empowerment strategy has been proven to have a significant impact on empowerment and well-being. The Kita Muda Kreatif (KMK) Program initiated by UNESCO Jakarta through funding support from the Citi Foundation is a youth empowerment program through cultural heritage-based entrepreneurship that has been started since 2017 in 10 regions in 6 provinces in Indonesia.
This study aims to analyze youth empowerment strategies through cultural heritage-based entrepreneurship, the UNESCO Jakarta Citi Foundation Kita Muda Kreatif (KMK) Program Study from 2017 to 2023. This study uses a qualitative descriptive approach by examining Program Organizers, Implementing Partners and young entrepreneurs who are beneficiaries of the program in 2 regions including Yogyakarta and Bali as units of analysis. By using data collection techniques through literature studies, interviews, observations, and documentation. This study explores and filters appropriate data.
In the analysis process, Zimmerman's individual empowerment concept is used as a theoretical framework, this study found that first in the empowerment process it is important to start with the stage of identifying the potential and challenges of youth in running the context of cultural heritage-based entrepreneurship, followed by empowerment strategies. Second, the bottom-up empowerment strategy, driven by needs and flexible in the KMK Program brings empowerment results or impacts that are not only limited to intrapersonal, interactional and behavioral aspects but more than that encourages changes in youth institutions where entrepreneurs have multiple roles as ecosystem drivers while carrying out the mission of preserving cultural heritage.
Kata Kunci : #kewirausahaanpemuda, #pemberdayaanindividu, #warisanbudaya