Laporkan Masalah

Duka Cita Bunuh Diri dalam Fenomenologi Eksistensial Martin Heidegger

DIAN AGUSTINI, Sri Yulita Pramulia Panani, S.Fil., M.Phil. ; Dr. Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M. Hum.

2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Tindakan bunuh diri yang seringkali dianggap sebagai tindakan individual berdampak luas dan memengaruhi individu yang terelasi dengan pelaku dalam bentuk duka cita bunuh diri. Duka cita bunuh diri berbentuk tekanan psikologis, fisik, dan/atau sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses duka cita bunuh diri pada individu yang terelasi tersebut, serta menganalisis hasil duka cita tersebut melalui fenomenologi eksistensial Martin Heidegger.

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model penelitian refleksi filosofis mengenai masalah aktual di realitas yang melibatkan kajian kepustakaan. Objek material dalam penelitian ini adalah duka cita pada individu yang terelasi dengan pelaku tindakan bunuh diri, sedangkan objek formal yang digunakan adalah fenomenologi eksistensial Martin Heidegger. Unsur-unsur metodis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi, interpretasi, holistik, dan refleksi kritis.

Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan: 1) duka cita bunuh diri muncul karena tindakan bunuh diri merupakan kematian yang tidak otentik sehingga permasalahan dari pelaku diteruskan kepada individu yang terelasi dengan pelaku; dan 2) berdasarkan fenomenonogi eksistensial Heidegger, duka cita bunuh diri dapat mengarah pada dua hasil yang berbeda, yaitu pertumbuhan pascatrauma dan bunuh diri imitasi. Pertumbuhan pascatrauma dapat membuat seseorang memahami kematian sebagai bagian fundamental dari keberadaan, sehingga lebih menghargai kehidupan, berusaha membantu orang lain yang sedang menghadapi hal yang sama, serta berusaha agar hidup menjadi bermakna sehingga merupakan cara berada yang otentik. Bunuh diri imitasi mengulangi kematian sebelumnya yang merupakan kematian yang tidak otentik.

Suicide, often perceived as an individual act, has far-reaching consequences, affecting individuals related to the perpetrator in the form of suicidal grief. Suicidal grief manifests as psychological, physical, and/or social pressures. This research aims to describe the process of suicidal grief in related individuals and analyze the outcome of this grief through Martin Heidegger's existential phenomenology.

The methods of this research use a qualitative approach with a philosophical reflection research model on actual problems in reality that involves literature studies. The material object in this study is the grief in individuals related to the perpetrator of suicide, while the formal object used is Martin Heidegger's existential phenomenology. The methodological elements used in this study are description, interpretation, holistic, and critical reflection.

This study produces two conclusions: 1) grief in individuals related to the perpetrator of suicide; and 2) based on Heidegger's existential phenomenology, suicide grief can lead to two different outcomes, post-traumatic growth and imitation suicide. Post-traumatic growth can make someone understand death as a fundamental part of existence, so that they appreciate life more, try to help others who are facing the same problem, and try to make life meaningful which signifies an authentic being. Imitation suicide repeats a previous death which signifies an inauthentic death.

Kata Kunci : Fenomenologi eksistensial, Duka Cita Bunuh diri, Kematian Otentik

  1. S1-2025-454939-abstract.pdf  
  2. S1-2025-454939-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-454939-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-454939-title.pdf