Biodiversitas Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) yang Berasosiasi Dengan Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum) di Jawa Tengah
Rendyta Morindya, Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P. ; Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Hama Tumbuhan
Tomat
(Solanum lycopersicum) merupakan tanaman yang sangat rentan terhadap
serangan nematoda puru akar (Meloidogyne spp.), yang dapat mengurangi
produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran spesies Meloidogyne
spp. yang menginfeksi tanaman tomat di Jawa Tengah, guna mendukung upaya
pencegahan dan pengendalian infestasi. Selain itu, dilakukan pula optimasi
metode untuk mendeteksi Meloidogyne tropis dengan multipleks PCR supaya lebih
efektif dan efisien. Sampel diambil dari berbagai wilayah pertanaman tomat di
dataran rendah (0-500 mdpl), menengah (500-1000 mdpl), dan tinggi (>1000
mdpl) di lahan monokultur dan polikultur. Hasil menunjukkan bahwa populasi
nematoda dalam akar lebih tinggi di dataran tinggi, sedangkan populasi dalam
tanah cenderung lebih tinggi di dataran rendah. Selain itu, lahan monokultur
menunjukkan populasi nematoda yang lebih tinggi dibandingkan lahan polikultur.
Spesies dominan yang terdeteksi adalah M. incognita, diikuti oleh M.
arenaria dan M. javanica, sementara M. hapla ditemukan di
beberapa lokasi di atas 1000 mdpl. Deteksi spesies Meloidogyne tropis (M.
arenaria, M. incognita, dan M. javanica) dapat dilakukan secara
efisien menggunakan metode multipleks PCR, yang memungkinkan identifikasi
spesies meskipun dalam kondisi populasi yang bervariasi. Temuan ini memberikan
wawasan penting untuk strategi pengendalian nematoda yang lebih efektif dalam bidang
pertanian.
Tomato
(Solanum lycopersicum) is a crop highly susceptible to root-knot nematode
(Meloidogyne spp.) infestation, which can reduce its productivity. This study
aims to map the distribution of Meloidogyne spp. species infecting tomato
plants in Central Java to support infestation prevention and control efforts.
In addition, the study optimizes a method for detection of tropical Meloidogyne
species using multiplex PCR to improve effectiveness and efficiency. Samples
were collected from different tomato growing areas in lowland (0-500 m above
sea level), midland (500-1000 m), and highland (>1000 m) regions, in both
monoculture and polyculture areas. The results showed that root nematode
populations were higher in the highlands, while soil populations were generally
higher in the lowlands. In addition, monoculture plots had higher nematode
populations than polyculture plots. The dominant species detected were M.
incognita, followed by M. arenaria and M. javanica, while M. hapla was found in
some sites above 1000 masl. Detection of tropical Meloidogyne species (M.
arenaria, M. incognita and M. javanica) can be efficiently performed using multiplex
PCR, which allows species identification even under varying population
conditions. These results provide valuable insights for more effective nematode
control strategies in agriculture .
Kata Kunci : Sebaran, Meloidogyne spp., Jawa Tengah, multipleks, PCR