Paradoks Profesionalisme Pendeta Gereja Kristen Indonesia Sinode Wilayah Jawa Tengah
Kristiani Setyaningsih Santoso, Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Pendeta tidak hanya memiliki tanggung jawab spiritual dalam menggembalakan jemaat, tetapi juga dituntut untuk menunjukkan sikap profesional dalam mengelola organisasi gereja dan membangun hubungan yang sehat dengan umat. Kemandirian yang tinggi dalam kepemimpinan pendeta dapat membuka peluang terjadinya pelanggaran etika jika tidak disertai dengan kesadaran diri yang kuat dan pemahaman mendalam tentang kode etik profesi.
Penelitian ini membahas paradoks profesionalisme pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sinode Wilayah Jawa Tengah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Paradoks tersebut muncul dari ketegangan antara idealisme pendeta sebagai pelayan Tuhan dan kenyataan kompleksitas pelayanan gereja dalam kehidupan sehari-hari. Konsep diri profesional menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan antara panggilan pelayanan dan tanggung jawab administratif, sekaligus menjadi tolok ukur etika dan moralitas dalam kepemimpinan gereja. Penelitian ini juga mendalami faktor-faktor yang memengaruhi profesionalisme pendeta, yaitu: karakteristik profesi, individual, dan konteks.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan konsep diri profesional untuk menjaga integritas pelayanan gereja. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya sistem pengawasan internal yang lebih efektif guna meminimalisasi risiko penyalahgunaan kekuasaan oleh pendeta serta mendorong terciptanya lingkungan pelayanan yang sehat dan akuntabel. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian tentang profesionalisme dalam kepemimpinan gereja serta menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan gereja dan pembinaan pendeta di masa mendatang.
Pastors not only have spiritual responsibilities in shepherding the congregation, but are also required to demonstrate a professional attitude in managing church organizations and building healthy relationships with people. High independence in pastor leadership can open opportunities for ethical violations if not accompanied by strong self-awareness and a deep understanding of the professional code of ethics.
This study discusses the paradox of professionalism of Indonesian Christian Church (GKI) pastors in the Synod of Central Java Region using a qualitative approach. The paradox arises from the tension between the idealism of pastors as servants of God and the reality of the complexity of church services in everyday life. Professional self-concept is a key factor in maintaining the balance between the call of service and administrative responsibilities, as well as a benchmark for ethics and morality in church leadership. This research also explores the factors that influence the professionalism of pastors, namely: professional, individual, and context characteristics.
This research shows the importance of strengthening the professional self-concept to maintain the integrity of church ministry. In addition, this study recommends the need for a more effective internal control system to minimize the risk of abuse of power by pastors and encourage the creation of a healthy and accountable ministry environment. These findings are expected to enrich the study of the integrity of church ministry.
Kata Kunci : paradoks profesionalisme, konsep diri profesional, profesionalisme pendeta.