Laporkan Masalah

Analisis kecenderungan aliran tahunan dan hubungan anatara hujan dengan aliran sungai Bogowonto di atas stasiun Bener kabupaten Wonosobo

Bambang Munajad, Drs. Sudarmadji, M.Eng.Sc

1985 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Gejala terganggunya kelestarian sumberdaya air di-tandai oleh penyimpangan-penyimpangan dari keadaan nor¬mal. Semakin besar penyimpangan dari harga normal dapat menimbulkan petaka yang tidak diharapkan. Meningkatnya frekuensi banjir dan kekeringan merupakan salah satu pertanda terganggunya kelestarian sumberdaya air. Untuk menanggulangi bencana tersebut, dicoba didekati dengan cara mempelajari tabitat dan faktor yang mempengaruhi aliran seperti pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah (i) mempelajari kecenderungan aliran, (ii) mempelajari hubungan antara curah hujan dengan aliran, dan (iii) mempelajari efek perubahan penggunaan lahan pada hubungan antara curah hujan dengan aliran. Landasan kerja penganalisaan adalah metode rata-rata jalan (moving average method) dan metode kurve massa re¬sidual (residual mass curve method), yang digunakan un¬tuk mempelajari kecenderungan hujan dan aliran tahun 1921 - 1981. Sedangkan hubungan antara curah hujan de¬ngan aliran dianalisis dengan pengukuran regresi dan ko¬relasi. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini berupa ke-cenderungan hujan dan aliran, hubungan antara curah hu-jan dengan aliran dan efek perubahan penggunaan lahan terhadap hubungan antara curah hujan dengan aliran ter¬masuk pada koefisien alirannya. Di daerah penelitian, aliran tahunan mempunyai kecenderungan yang meningkat hingga sekitar tahun 1968 yang kemudian menurun sampai sekitar tahun 1981. Kecenderungan ini diikuti pula oleh koefisien aliran. Hubungan yang terjadi antara curah hu¬jan dengan aliran merupakan hubungan dalam bentuk regre¬si logaritmc, yakni dengan persamaan Log Q = 0,7635 Log P + 0,7693 dan mempunyai koefisien korelasi (r) = 0,8043. Dalam jangka pendek, hubungan antara curah hujan dengan aliran mengalami perubahan dari waktu ke waktu, seperti yang dialami oleh perubahan penggunaan lahan. Antara pe-rubahan koefisien regresi dengan perubahan penggunaan lahan menunjukkan kesesuaian, yakni berkurangnya luas hutan dan tegalan serta bertambahnya luas sawah dan per-kampungan menyebabkan meningkatnya aliran yang terjadi dari curah hujan yang sama pada waktu sebelumnya. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa kecenderungan yang naik ke-mudian mengalami penurunan menunjukkan gejala dari alir¬an maupun curah hujan mengikuti pola bauran untuk perio¬de jangka panjang. Tertundanya aliran yang terjadi dari hujan yang menyebabkanra dikarenakan pengaruh kondisi daerah pengaliran dan dimasukkannya aliran dasar dalam perhitungan koefisien aliran. Hubungan antara curah hu¬jan dengan aliran tidak linier disebabkan perbedaan koe- 1.

-

Kata Kunci : Aliran tahunan,Hubungan Hujan dengan daerah aliran sungai,Wonosobo,Jawa Tengah

  1. S1-1985-2193-Bambang_Munadjat-abstract.pdf  
  2. S1-1985-2193-Bambang_Munadjat-bibliography.pdf  
  3. S1-1985-2193-Bambang_Munadjat-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1985-2193-Bambang_Munadjat-title.pdf