Hubungan stigma dengan kualitas hidup keluarga orang dengan skizofrenia yang menjalani rehabilitasi sosial dasar di balai RSBKL Yogykarta
Stri Nareswari, dr. Mahar Agusno Sp.KJ(k) ; Dr.dr. Budi Pratiti Sp.KJ
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Psikiatri
Latar belakang : Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis dengan ciri perubahan isi pikir, gangguan persepsi dan daya penilaian yang mempengaruhi fungsi peran, hubungan sosial dan akhirnya akan mengakibatkan turunnya fungsi peran. Provinsi Daerah Istimew Yogyakarta menempati urutan kedua terbanyak dalam prevalensi rumah tangga dengan anggota keluarga yang termasuk orang dengan skizofrenia (ODS). Keluarga khususnya caregiver yang merupakan faktor pendukung penting dalam tatalaksana yang diberikan kepada ODS. Stigma mempengaruhi kualitas hidup keluarga dengan anggota keluarga yang merupakan ODS. Hal ini dapat mempengaruhi kurangnya dukungan ataupun perawatan dari keluarga sehingga terkadang menjalani rehabilitasi sosial dasar di balai rehabilitasi.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stigma dengan kualitas hidup keluarga dengan anggota keluarga yang merupakan orang dengan skizofrenia yang menjalani rehabilitasi sosial dasar di balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (RSBKL) unit Bina Laras Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah keluarga penanggung jawab orang skizofrenia yang menjalani rehabilitasi sosial dasar di RSBKL unit Bina Laras Yogyakarta. Stigma keluarga diukur dengan skala stigma Afiliasi (SSA) dan kualitas hidup dinilai dengan WHO-QOL. stigma keluarga. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan yang disepakati signifikan secara statistik adalah nilai p < 0>
Hasil : Jumlah responden untuk penelitian ini berjumlah 32 orang. Terdapat hubungan yang signifikan antara stigma dengan kualitas hidup keluarga dengan p =0.01 dengan OR 9,33(CI 95% 1,801-48.375) serta terdapat hubungan yang signifikan pada stigma domain afeksi dengan kualitas hidup keluarga dengan nilai p = 0.03 dengan nilai OR 6.0 (CI 95% 1.249-28.40). Uji regresi logistik multipel stigma keluarga mempunyai hubungan terhadap kualitas hidup keluarga dengan nilai sig= 0,009 nilai Exp Beta sebesar 11, 822 (CI 95% 1,851-75,486). Uji regresi logistik multipel menunjukkan ada hubunggan stigma dengan kualitas hidup keluarga dengan sig = 0.009 dan nilai Exp Beta 11,822 (CI 95% 1.851-75.486).
Kesimpulan: terdapat hubungan negatif antara stigma dengan kualitas hidup keluarga orang dengan skizofrenia yang menjalani rehabilitasi sosial dasar di Balai RSBKL Yogyakarta
Background : Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by changes in thought content, impaired perception and judgment that affect role function, social relationships and ultimately result in decreased role function. The Special Region of Yogyakarta Province ranks second in the prevalence of households with family members who include people with schizophrenia (ODS). Families, especially caregivers, are important supporting factors in the management given to ODS. Stigma affects the quality of life of families with family members who are ODS. This can affect the lack of support or care from the family so that sometimes they undergo basic social rehabilitation at a rehabilitation center.
Objective : This study aims to determine the relationship between stigma and the quality of life of families with family members who are people with schizophrenia undergoing basic social rehabilitation at the Bina Karya and Laras Social Rehabilitation Center (RSBKL) Bina Laras unit Yogyakarta.
Methods : This study is an analytical observational study with a cross-sectional design. The subjects of the study were families who were responsible for schizophrenic people undergoing basic social rehabilitation at the RSBKL Bina Laras unit in Yogyakarta. Family stigma was measured using the Affiliation Stigma Scale (SSA) and quality of life was assessed using the WHO-QOL. family stigma. Data analysis used the Chi-square test and logistic regression with an agreed level of significance that was statistically significant at p <0>
Results : The number of respondents for this study was 32 people. There was a significant association between stigma and family quality of life with p = 0.01 with OR 9.33 (CI 95% 1.801-48.375) and there was a significant association between stigma in the affective domain and family quality of life with a p value = 0.03 with an OR value of 6.0 (CI 95% 1.249-28.40). The multiple logistic regression test of family stigma has a relationship with family quality of life with a sig = 0.009 Exp Beta value of 11,822 (CI 95% 1.851-75.486).
Conclusion: There is a relationship between stigma and the quality of life families of people with schizophrenia undergoing basic social rehabilitation at the Yogyakarta RSBKL Center.
Kata Kunci : stigma keluarga, keluarga orang dengan skizofrenia (ODS), kualitas hidup keluarga, balai rehabilitasi.