Tanggapan Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Umbi Benih Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum group) terhadap Jarak Tanam dan Aplikasi Kcl
Titiani Pertiwi, Dr.Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc. dan Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc.
2024 | Tesis | S2 Agronomi
Penyediaan umbi bibit bawang merah sebagai
bahan tanam membutuhkan perhatian yang khusus terhadap kualitasnya. Penurunan
kualitas benih ketika petani menggunakan umbi yang ditujukan untuk konsumsi
sebagai bahan tanam tanpa evaluasi pertumbuhan dan kualitas umbi benih. Praktik
teknologi perbenihan melalui pengaturan jarak tanam yang tepat dan aplikasi
pupuk kalium. Jarak tanam dilakukan untuk memberikan ruang pertumbuhan tanaman,
sementara aplikasi kalium meningkatkan hasil panen, ukuran umbi, padatan
terlarut, umur simpan, dan kualitas umbi secara keseluruhan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengkaji kombinasi optimal dari jarak tanam dan
aplikasi pupuk kalium. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok
lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jarak
tanam (5 cm x 6 cm, 5 cm x 8 cm, 5 cm x 10 cm, dan 5 cm x 20 cm), dan faktor
kedua adalah dosis pupuk KCl (0 kg/ha dan 10 kg/ha). Parameter yang diamati
meliputi morfologi, fisiologi, dan hasil panen. Data dianalisis menggunakan
analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (HSD) pada
taraf kepercayaan 95%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 6 cm x 5 cm yang dikombinasikan dengan
10 kg/ha kalium mampu memberikan hasil yang terbaik pada pertumbuhan, hasil dan
kualitas umbi benih bawang merah.
Kata Kunci : bawang merah, daya simpan, jarak tanam, kalium foliar, umbi benih bawang merah.