Dampak Tata Kelola Risiko, Gender dan Keahlian Chief Risk Officer (CRO) terhadap Risk-taking Bank di Asia Tenggara: Peran Moderasi dari COVID-19
Raka Ravelino, Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Penelitian ini meneliti pengaruh
antara tata kelola risiko, gender dan keahlian dari Chief Risk Officer (CRO)
terhadap pengambilan risiko pada bank komersial di Asia Tenggara. Dengan
menggunakan data dari 47 bank selama periode 2013 hingga 2022, penelitian ini
menelusuri bagaimana peran tata kelola risiko dan CRO—terutama terkait gender
dan keahlian mereka—memengaruhi pengambilan risiko (risk-taking) bank. Hal ini
termasuk tata kelola risiko, baik sebelum maupun selama pandemi COVID-19, yang
digunakan sebagai variabel moderasi dalam model. Hasil analisis menunjukkan
adanya hubungan positif antara tata kelola risiko yang baik dan pengambilan
risiko yang lebih besar pada bank. Selain itu, kehadiran CRO di dalam struktur
manajemen juga mendorong peningkatan pengambilan risiko. Menariknya, keahlian
CRO memiliki pengaruh ganda; beberapa keahlian justru berperan mengurangi
tingkat pengambilan risiko, sementara keahlian lain berkontribusi pada
peningkatan risiko. Terlebih lagi, CRO perempuan yang sebelumnya tidak memiliki
pengaruh justru memiliki efek mengurangi pengambilan risiko setelah di lag t-1.
Selama masa pandemi COVID-19, efek moderasi yang ditimbulkan juga bervariasi.
Pandemi memperlemah hubungan antara tata kelola risiko dan risk-taking pada
satu sisi, tetapi di sisi lain juga ada penguatan yang terjadi. Temuan ini
menggarisbawahi peran strategis dari tata kelola risiko dalam mendorong atau
mengendalikan risk-taking di kalangan bank komersial, serta pentingnya keahlian
CRO yang dapat memengaruhi pengambilan risiko dengan cara yang berbeda
tergantung pada jenis keahlian yang dimiliki.
This study examines the
influence between risk governance, gender and expertise of the Chief Risk
Officer (CRO), and the risk-taking propensity of commercial banks in Southeast
Asia. Using data from 47 banks over the period 2013 to 2022, this study explores
how the role of risk governance and CROs - particularly their gender and
expertise - affect banks' risk-taking. This includes risk governance, both
before and during the COVID-19 pandemic, which is used as a moderating variable
in the model. The results of the analysis showed a positive relationship
between good risk governance and greater risk-taking in banks. In addition, the
presence of CROs in the management structure also encourages increased
risk-taking. Interestingly, CRO expertise has a dual effect; some expertise
reduces the level of risk-taking, while other expertise contributes to
increased risk. Moreover, the female CRO, which previously had no effect, has
the effect of reducing risk taking after lag t-1. During the COVID-19 pandemic,
the moderating effect was also mixed: the pandemic weakened the relationship
between risk governance and risk-taking on the one hand, but also strengthened
it on the other. These findings underscore the strategic role of risk
governance in encouraging or controlling risk-taking tendencies among
commercial banks, as well as the importance of CRO expertise that can influence
risk-taking in different ways depending on the type of expertise held.
Kata Kunci : risk governance, gender, expertise, COVID-19, risk-taking