Laporkan Masalah

Implementasi Kebijakan Manajemen Rumah Sakit Dalam Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dan Sehat Di RS. Bhayangkara TK. III Lemdiklat

JUAN ACHMAD YUDISTIRA, Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH, M.Kes., MAS; dr. Agus Surono, PhD, M.Sc, Sp. THT-KL (K)

2024 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan COVID-19 mengalami peningkatan risiko terinfeksi minimal tiga kali lipat dibandingkan masyarakat umum. Sebagai rumah sakit yang berperan langsung dalam tatalaksana COVID-19, pegawai RSB Lemdiklat juga mengalami peningkatan paparan SARS-CoV2. Tercatat 147 dari 275 (53%) personel rumah sakit pernah terinfeksi COVID-19, dengan 33 orang diantaranya mengalami infeksi COVID-19 yang kedua.
Tujuan: Studi ini ditujukan untuk mendeskripsikan kebijakan K3 dan mengukur tingkat keselamatan kerja bagi staf RSB Lemdiklat.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan rancangan Single case. Subjek penelitian dipilih berdasarkan purposive sampling dan diambil 13 orang yang terdiri dari perwakilan pihak manajemen dan staf dari beberapa unit di rumah sakit. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara dan observasi pada beberapa aspek penyelenggaraan K3RS
Hasil: Dari 13 informan yang diwawancara, 11 informan merupakan perempuan (84,6%). Sekitar 54% informan memiliki tingkat pendidikan S1. Median usia dan masa kerja adalah 31 tahun dan 5 tahun. Hasil wawancara tentang K3 terhadap pegawai adalah pegawai menganggap pihak manajemen RSB Lemdiklat sudah mengimplementasikan K3RS dengan baik. Observasi pada beberapa area menunjukkan belum maksimalnya peran manajemen rumah sakit dalam mencegah transmisi COVID-19
Kesimpulan: Implementasi K3 di RSB Lemdiklat telah menunjukkan adanya komitmen manajemen dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit. Perbaikan masih dibutuhkan pada beberapa area, terutama untuk mencegah transmisi COVID-19, walaupun hal tersebut sudah dianggap cukup oleh pegawai rumah sakit.

Background: There is three-fold risk increase for healthcare workers to get infected with COVID-19 compared to general population. Lemdiklat Police Hospital plays an important role in COVID-19 management, which means more exposure to SARS-CoV2. It was recorded that 147 out of 275 (53%) hospital personnel had been infected with COVID-19, with 33 of them experiencing a second COVID-19 infection.
Objectives: The purpose of this study is to describe the Occupational Health and Safety (OHS) policies and to assess the level of work safety for hospital staff.
Methods: This research is a case study research with a single case design. Thirteen research subjects were selected using purposive sampling and consisted of representatives of management and staff from several units in the hospital. This study used interview and observation to collect data on the implementation of OHS at the hospital
Results: eleven of 13 informants were women (84,6%) and nearly 54% of informants have a bachelor degree. The median of age and work experience were 31 years and 5 years, respectively. Based on the interview, hospital staff considered that the hospital had implemented OHS well. However, observations in several hospital areas showed that the hospital role in COVID-19 transmission prevention had not been maximised.
Conclusions: The implementation of OHS at Lemdiklat Police Hospital has shown management’s commitment to maintaining staff’s health and safety. Improvements are needed in several areas, particularly to prevent COVID-19 transmission, although considered sufficient by hospital staff.

Kata Kunci : Kebijakan, Safe Work Environment, Hierarki Pengendalian, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, rumah sakit, Policy, Safe Work Environment, Hierarchy of Control, Occupational Safety and Health, Hospital

  1. S2-2024-466132-abstract.pdf  
  2. S2-2024-466132-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-466132-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-466132-title.pdf