Respon hemodinamik pada tindakan laringoskopi dan intubasi pasca premedikasi peroral diltiazem 30 Mg dan Klonidin 150 uG dibanding plasebo
SUHARTANTO, Bernardus Agus Dwi, Dr. Pandit Sarosa H., SpAn.K
2004 | Tesis | PPDS I Anestesiologi dan Reanimasi
Tujuan Membandingkan efektifitas premedikasi diltiazem 30 mg p.o klonidin 150 ug p.o dan plasebo dalam menekan respon hemodinamik pada tindakan laringoskopi dan intubasi endotraheal. Desain Randomized controled clinical trial dengan pembutaaan ganda
Subyek 66 orang dewasa laki-laki dan perempuan (status fisik ASA I) berusia 18—60 th dengan berat badan 45-60 Kg, BMI<28 Ruang Lingkup Penderita yang menjalani pembedahan elektif dengan anestesi umum di Gedung Bedah Sentral Terpadu RS Dr. Sardj Ito.
Intervensi Subyek dibagi menjadi 3 kelompok secara acak.Kelompok A (n=22) diberi diltiazem 30 mg, kelompok B (n=22) diberi klonidin 150 ug, kelompok C (n=22) diberi sacc. lactis sebagai kemudian pasien diinduksi dengan thiopental 5 mgfkgBB dan fasilitas intubasi rokuronium 0,6 mgfKgBB.
Pemeliharaan anestesi menggunakan N20 50% dalam oksigen dan enflurane 1-2%. Pengukuran Utama Semua subyek dicatat status hemodinamiknya ( tekanan darah sistolik, diastolik, MAP, laju nadi dan RPP ) sebelum pemberian di!tiazemfklonidin/plasebo, I jam setelah pemberian, I menit setelah induksi serta 1,3,5,7 menit setelah intubasi.
Hasil Dua subyek pada kelompok kionidin dikeluarkan karena terjadi peningkatan tekanan darah dan laju nadi lebih dan 20% dan nilai basal. Satu subyek pada kelompok plasebo dikeluarkan karena mengalami takhikardi. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada 3 kelompok penelitian path data dasar hemodinamik, umur, TB, BMT, maflampati, jarak thyromental, jenis kelamin dan jenis operasi. Terjadi peningkatan respon hemodinamik yang bermakna secara statistik (p
Kata Kunci : Laringoskopi dan Intubasi,Respon Hemodinamik,Diltiazem dan Klonidin