Laporkan Masalah

ANALISIS YURIDIS PENGGUNAAN KATA MENGHADAP, DIHADAPAN, BERHADAPAN DALAM AWAL AKTA NOTARIS DI KABUPATEN SLEMAN

Christine Magdalena, Dr. R.A. Antari Innaka T., S.H., M.Hum

2025 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dasar penggunaan dan praktik penggunaan kata menghadap, dihadapan, berhadapan dalam awal akta notaris di Kabupaten Sleman khususnya dalam awal partij acte dikaitkan dengan UUJNP, Perubahan Kode Etik, Lampiran Keputusan Rapat Pleno Pengurus Pusat Yang Di Perluas (Pra Kongres) Ikatan Notaris Indonesia dilakukan di Makassar tertanggal 13-14 Juli 2005.

    Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris dengan sifat deskriptif. Penelitian normatif-empiris merupakan penelitian dengan meneliti bahan pustaka dan data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Penelitian normatif menggunakan data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka dan penelitian empiris menggunakan data primer yang diperoleh menggunakan metode kualitatif yang memaparkan data yang diperoleh baik dalam bentuk lisan maupun tulisan dari sumber yang diteliti.

    Berdasarkan penbelitian dengan delapan notaris, ditemukan empat notaris berpendapat dua atau tiga kata tersebut memiliki pengertian yang bertbeda, namun dalam praktiknya tiga notaris menggunakan kata "Menghadap" dan "Berhadapan", sedangkan satu notaris lainnya menggunakan kata "Menghadap" dan "Hadir dihadapan". Mengenai empat notaris lainnya  berpendapat bahwa ketiga kata tersebut memiliki pengertian yang sama, namun praktiknya satu notaris hanya  menggunakan kata "Menghadap" dan "Hadir dihadapan", tiga notaris lainnya hanya menggunakan kata "Hadir dihadapan". Apabila melanggar Pasal 19 ayat (3) UUJNP dimungkinkan mengakibatkan kekuatan huikum pembuktian akta autentik turun menjadi di bawah tangan serta pelanggaran Pasal 3 angka 15 Perubahan Kode Etik dapat dikenai sanksi. Praktiknya belum ada laporan kepada MPD mengenai hal tersebut.

    The research aims to find out analyze the basis for the use of the words facing, in front of, face to face at the beginning of a notarial deed in Sleman Regency, especially at the partij acte as well as analyzing the practice of using the words facing, in front of, face to face at the beginning of a notarial deed in relation to the UUJNP, Perubahan Kode Etik, Lampiran Keputusan Rapat Pleno Pengurus Pusat Yang Di Perluas (Pra Kongres) Ikatan Notaris Indonesia dilaksanakan di Makassar tertanggal 13-14 Juli 2005.

    This research is a normative-empirical legal research with descriptve way. ormative-empirical research is research by examining library materials and data obtanied directly from the source. Normative research uses secondary data obtanied from literature studies and empirical research use primary data obtanied through interviews with respondents and sources. Analysis of the data obtained using qualitative methods, namely describing the data obtained both in oral and written form from the sources studied in the form of words.

    Based on research on eight notaries, it was found that four notaries were of the opinion that these two or three words had different meanings, but in practice three notaries use the words "Facing" and "Face to face", while one other notary used the words "Facing" and "In Front of". Regarding the other four notaries, they thought that these  three words had  the same meaning, but in practice one notary only used the words "In font of". The use of these three words if it violates Article 19 paragraph (3) UUJNP can result in the evidentiary power of the authentic deed becoming invalid and violations of Article 3 point 15 Perubahan Kode Etik can be subject to sanctions. In practice, there have been no reports to the MPD regarding this matter.

Kata Kunci : Menghadap, Dihadapan, Berhadapan, Awal Akta, Notaris

  1. S2-2025-500428-abstract.pdf  
  2. S2-2025-500428-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-500428-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-500428-title.pdf