Peran Ikatan Sosial terhadap Komitmen Organisasi dimediasi oleh Self-Disclosure pada Badan Kegiatan Mahasiswa Psikologi Universitas Gadjah Mada
Ananda Aygeasa Indrasta, Ardian Rahman Afandi, S.Psi., M.Psi., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Komitmen organisasi penting untuk tercapainya tujuan suatu organisasi, tidak terkecuali organisasi mahasiswa. Komitmen kepada organisasi ditandai dengan keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggotanya, memberikan usaha yang tinggi, serta percaya nilai dan tujuan organisasi. Salah satu anteseden dari komitmen organisasi adalah ikatan sosial. Kegiatan self-disclosure juga berperan pada pembentukan komitmen, yang dapat diperankan oleh ikatan sosial. Berbagai organisasi mahasiswa seperti Badan Kegiatan Mahasiswa Psikologi UGM mengadakan kegiatan onboarding bernama deep introduction yang mana para anggotanya saling melakukan self-disclosure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ikatan sosial terhadap komitmen organisasi dimediasi oleh self-disclosure pada kegiatan deep introduction. Penelitian ini melibatkan 51 partisipan yang merupakan anggota aktif BKM Psikologi UGM, dengan rentang usia 18–23 Tahun. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan survei secara daring, yang menggunakan skala organizational commitment, social bonding, dan self-disclosure. Hasil analisis regresi mediasi sederhana menggunakan JAMOVI menunjukkan bahwa Ikatan sosial antar anggota berperan secara positif terhadap self-disclosure serta terhadap komitmen organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun, self-disclosure tidak berperan terhadap komitmen organisasi dan tidak dapat memediasi ikatan sosial antar anggota terhadap komitmen organisasi.
Organizational commitment is essential to achieving the goals of any organization, including student organizations. It is characterized by strong desires to remain a member, high levels of effort towards its goals, and a belief in the organization's values and goals. One antecedent of organizational commitment is social bonding. Additionally, self-disclosure plays a role in the formation of commitment, which can be facilitated by social bonding. Various student organizations, including those in The Faculty of Psychology UGM, conduct an onboarding activity called deep introduction, where members engage in self-disclosure. This study aims to examine the role of social bonding in organizational commitment, mediated by self-disclosure in the deep introduction activity. The research involved 51 active members of The Faculty of Psychology UGM student organizations in the 2024-2025 period, aged 18–23 years. Data was collected through an online survey using the organizational commitment scale, social bonding scale, and self-disclosure scale. Simple mediation regression analysis conducted using JAMOVI revealed that social bonding among members positively influences both self-disclosure and organizational commitment. However, self-disclosure does not affect organizational commitment and cannot mediate the relationship between social bonding and organizational commitment.
Kata Kunci : organizational commitment, self-disclosure, social bonding, student organization