Perbedaan Distribusi Stress dan Perpindahan Initial Koreksi Rotasi Mesiopalatal Gigi Molar Pertama Maksila Dengan Metode Toe In Bend (Simulasi Tiga Dimensi Finite Element)
Endiyanto Wahyu Nugroho, Dr. drg. Dyah Karunia, Sp.Ort.(K) ;Prof. Dr. drg. Pinandi Sri Pudyani., SU., Sp.Ort.(K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ortodonsia
Enam kunci oklusi normal serta tidak
adanya rotasi merupakan syarat untuk mencapai konsep oklusi ideal. Rotasi pada
gigi molar pertama maksila menyebabkan kebutuhan ruang yang lebih besar pada
lengkung gigi sehingga berpotensi terhadap kegagalan oklusi antar rahang. Toe-in
bend merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk terapi kasus
rotasi molar. Dampak fisiologis dan biomekanika Toe in bend terhadap
gigi, ligamen periodontal dan tulang alveolar belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak fisiologis
dan biomekanika Toe-in bend menggunakan metode Finite Elemen Analysis.
Model tiga dimensi maksila hasil pemindaian CBCT beserta perangkat ortodonti teknik Edgewise dengan toe-in bend kawat stainless steel 0.016” sudut 90? s.d 175? dikonstruksi menjadi model finite element. Simulasi menggunakan software ANSYS dilakukan untuk mengetahui distribusi stress (Von Mises Stress) gigi, ligamen periodontal, tulang alveolar dan perpindahan initial gigi molar pertama maksila pada sumbu X, Y, Z. Analisis deskriptif dan uji statistik dilakukan dengan (p<0>
Hasil penelitian menunjukkan pola distribusi
Stress dan Perpindahan initial dengan intensitas berbeda antar kelompok
sudut. Uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna distribusi stress
dan perpindahan initial (p<0>.
Penggunaan toe-in bend pada rentang sudut 145? s.d. 175? dapat menjadi referensi bagi klinisi.
The six keys to normal occlusion and
the absence of rotation are prerequisites for achieving the concept of ideal
occlusion. Rotation of the maxillary first molar increases the space
requirement in the dental arch, potentially leading to inter-arch occlusal failure.
Toe-in bend is one of the methods that can be used to treat molar rotation
cases. The physiological and biomechanical impacts of the Toe-in bend on teeth,
periodontal ligaments, and alveolar bone are not yet fully understood. This
study aims to analyze the physiological and biomechanical impacts of the toe-in
bend using the Finite Element Analysis method.
A three-dimensional model of the maxilla from CBCT scans, along with orthodontic edgewise technique appliances with toe-in bend stainless steel wire 0.016” at angles from 90? to 175?, was constructed into a finite element model. Simulations using ANSYS software were conducted to determine the stress distribution (Von Mises Stress) on the teeth, periodontal ligaments, cortical bone, and the initial displacement of the maxillary first molar along the X, Y, and Z axes. Descriptive analysis and statistical tests were performed with (p<0>
The descriptive results showed patterns of stress distribution and initial displacement with varying intensities among the angle groups. Statistical tests showed significant differences in values between groups (p<0>
Kata Kunci : Rotasi molar maksila, toe-in bend, finite element, distribusi Stress, perpindahan initial