Laporkan Masalah

Keberlanjutan dan Perubahan dalam Kebijakan Penanganan Pengungsi Rohingya di Aceh (2012-2024)

Istiqomatunnisa, Dr. Atin Prabandari, M.A. (IR)

2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Sebagai negara yang memiliki letak geografis dengan Myanmar, Indonesia menghadapi berbagai kompleksitas dalam menangani krisis pengungsi. Kekerasan, diskriminasi, persekusi terhadap etnis Roingya di Rakhine, Mynamnar menyebabkan mereka melakukan migrasi ke negara-negara tetangga. Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima setelah penolakan yang dilakukan oleh Thailand, Malaysia, dan Australia. Pada periode kedatangan sejak 2012 hingga 2024 Indonesia mengalami berbagai tantangan dalam pembuatan kebijakan yang dipengaruhi oleh faktor domestik dan internasional. Dengan demikian, penelitian ini akan berkontribusi dalam memahami dinamika keberlanjutan dan perubahan kebijakan Indonesia terhadap masuknya pengungsi Rohingya di Indonesia, khususnya di Aceh, untuk melihat dinamika kebijakan tersebut, penelitian menggunakan konsep keberlanjutan dan perubahan yang juga berkaitan dengan teori keamanan ontologis dalam melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan kebijakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberlanjutan terlihat dalam komitmen Indonesia terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang di wujudkan dengan solidaritas domestik, diplomasi dan kerja sama internasional. Selain itu, sebagai bentuk menjaga keamanan ontologis negara di kanca global. Di sisi lain, perubahan kebijakan mencerminkan adaptasi terhadap kondisi domestik. Penelitian ini menunjukan bahwa kompleksitas faktor internal dan eksternal berinteraksi untuk menjadi sebuah kebijakan yang efektif bagi indonesia non-penandatanganan Konvensi 1951 dan Protokol 1967. Oleh karena itu, penelitian memberikan rekomendasi agar perumusan kebijakan dapat lebih inklusif, fleksibel, dan responsif untuk menangani krisis pengungsi, dan meminimalisir kompleksitas domestik. 

As country that shares a geographical location with Myanmar, Indonesia faces various complexities in dealing with the refugee crisis. Violence, discrimination, persecution against ethic Rohingya in Myanmar. Indonesia was one of the countries that accepted after the rejection by Thailand, Malaysia, and Australia. In the period of arrival from 2012 to 2024, Indonesia experienced various challenges in policy making that were influenced by domestic and international factors. This research will contribute to understanding the dynamic of sustainability and change in Indonesia's policy towards the influx of Rohingya refugees in Indonesia, especially in Aceh. To see the dynamic of the policy, researchers use the concept of sustainability and change which are also related to ontological security theory in seeing the factors that influence policy making. The result shows that sustainability is seen in Indonesia's commitment to humanitarian values which is realized by domestic solidarity, diplomacy and international cooperation. in addition, as a form maintaining the country's ontological security in the global arena. On the other hand, policy change reflects adaptation to domestic condition. This research shows that the complexity of internal and external factors interacts to become an effective policy for Indonesia, a non-signatory to the 1952 and 1967 Protocol. Therefore, researchers provide recommendation for policy formulation, to be more inclusive, flexible, and responsive to deal with the refugee crisis, and minimize domestic complexity. 

Kata Kunci : Keberlanjutan, perubahan, keamanan ontologis, kebijakan, pengungsi, Rohingya.

  1. S2-2025-512984-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512984-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512984-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512984-title.pdf