Laporkan Masalah

Sibling Effects Phenomenon Portrayed in The English Language Production of Indonesian Multilingual Children

Aulia Apriana, Dr. Adi Sutrisno, M.A.

2025 | Disertasi | S3 Ilmu-ilmu Humaniora

Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena pengaruh saudara kandung terhadap pemerolehan bahasa kedua oleh anak-anak Indonesia, yang terlihat dari kesamaan bentuk-bentuk linguistik yang mereka hasilkan, dan mengungkap potensi yang dimiliki kakak kandung sehingga mereka dapat menjadi sumber pajanan bahasa kedua untuk adiknya. Delapan anak-anak, terdiri dari empat kakak-adik, yang menjadi subjek dalam penelitian ini, telah dipilih secara sengaja sesuai dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Data dari anak-anak tersebut diperoleh melalui pengamatan dan rekaman, dan para orang tua mereka diwawancara untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang proses yang dialami anak-anak mereka dalam pemerolehan dan pembelajaran bahasa kedua.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memang banyak kesamaan yang ditemukan dalam produksi bahasa masing-masing kakak adik ini, mulai dari tingkatan fonologis, morfologis, hingga sintaksis. Sebagian besar leksem yang sama yang dihasilkan oleh setiap pasang kakak-adik ternyata selalu mencerminkan topik-topik pembicaraan favorit mereka, misalnya tentang hobi-hobi mereka atau kegiatan yang sering mereka lakukan bersama. Sebagian besar dari kata-kata tersebut juga memiliki pelafalan yang mirip, meskipun sebagian dari pelafalan tersebut ada yang benar dan ada yang keliru. Hasil penelitian ini juga mengungkap bahwa kakak-adik yang paling banyak memiliki kesamaan bentuk struktur sintaksis adalah mereka yang kedekatannya jauh lebih besar daripada yang lainnya. Hal ini dapat menjadi bukti bahwa semakin banyak waktu yang mereka habiskan bersama, akan semakin banyak pula pajanan bahasa yang akan diperoleh oleh adik dari kakaknya. Temuan ini mengarah pada terungkapnya potensi kakak untuk menjadi penguat bahasa kedua bagi adiknya, yang dibentuk oleh beberapa faktor internal dan eksternal. Faktor internal, yang berasal dari diri si kakak sendiri, meliputi kemampuan berbahasa Inggris si kakak, kepribadiannya, dan hubungannya dengan adiknya, sementara faktor eksternal, yang berasal dari lingkungan mereka, meliputi kebijakan bahasa dalam keluarga, peningkatan teknologi, dan identitas budaya.

Semua temuan dalam penelitian ini dapat memperkuat keberadaan fenomena pengaruh saudara kandung dengan memberikan bukti yang cukup kuat bahwa produksi bahasa seorang adik ternyata memang banyak meniru produksi bahasa kakaknya. Hal ini dikarenakan seorang kakak dapat menjadi sumber pajanan bahasa kedua yang cukup signifikan selain orang tuanya ataupun pengasuhnya. Dengan demikian, penelitian ini dapat bermanfaat bagi orang tua dan guru karena dapat membantu mereka memahami cara anak mereka dan siswa mereka memperoleh bahasa kedua.

Using a descriptive qualitative approach, this research aims at describing the phenomenon of sibling effects in Indonesian children’s English language acquisition as portrayed in the similar linguistic productions of the siblings, and revealing the potential possessed by older siblings to be beneficial source of second language exposure for their younger siblings. Eight children, or four pairs of siblings, are involved to be the research subjects in this research, all of whom are purposively chosen based on some criteria they must fulfill. The data from the children were collected through observations and recording, while the parents are interviewed for more information on their children’s English language acquisition and learning.

The findings reveal that there are indeed a lot of similarities found in the language productions of each pair of the siblings, from the level of phonological, morphological, to syntactical productions. Most of the similar lexemes produced by each pair of the siblings reflect their favorite topics of conversations, such as their hobbies or something they often do together. Most of their similar morphological forms are also pronounced similarly by each pair of these siblings, although some of them are correct while some others are mispronounced. This study also reveals that the pair of siblings with the highest number of similar syntactic structures are the ones whose closeness is more than all other pairs of siblings. This can serve as evidence that the more time spent together by a pair of siblings, the more language exposures can be received by the younger sibling from his/her older sibling. These results lead to the revelation of the potentials of the older siblings to be the second language booster for their younger siblings, which are shaped by some internal and external factors. The internal factors, the ones that come from within the older siblings themselves, include the English competence of the older siblings, the personality of the children, and the interactions of the siblings, while the external factors, the ones that come from the children’s environment, include family language policy, rise of technology, and cultural identity.

All the results of this research can strengthen the existence of the sibling effects phenomenon by giving adequate evidence that younger siblings’ language productions do resemble their older siblings’ language productions. This is because older siblings can also be significant sources of second language exposures for young children other than their parents or caregivers. Therefore, this research can be beneficial for parents and teachers because it can help them understand the way their children and students acquire a second language.

Kata Kunci : sibling, sibling effects, language exposure, second language acquisition

  1. S3-2025-486193-abstract.pdf  
  2. S3-2025-486193-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-486193-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-486193-title.pdf