Intervensi untuk Kompetensi Sosial-Emosional pada Anak dengan ADHD: Sebuah Scoping Review
Inez Lyvia Devi, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Permasalahan yang dihadapi anak dengan ADHD seringkali tidak hanya berkaitan dengan gejala inti ADHD yang meliputi kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Mereka juga mengalami tantangan dalam kemampuan sosial-emosional. Meskipun memiliki dampak yang signifikan, intervensi yang menargetkan kompetensi sosial-emosional pada anak dengan ADHD masih belum terpetakan. Menargetkan kesulitan sosial-emosional sejak dini dapat mengurangi keparahan gejala inti dan dampak negatif jangka panjang serta mendorong perkembangan anak dengan ADHD ke arah yang positif. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan intervensi non-farmakologis yang menarget kompetensi sosial-emosional pada anak-anak yang didiagnosis dengan ADHD. Pencarian literatur menggunakan 3 sumber, yaitu: (1) database akademik elektronik internasional (Scopus, ProQuest, dan Ebscohost), (2) hand searching atau pencarian manual, dan (3) grey literature (Google Scholar). Dari 4662 artikel yang diidentifikasi, terdapat 23 artikel yang dianalisis. Berdasarkan hasil tinjauan, variabel kompetensi sosial-emosional yang menjadi target intervensi mencakup keterampilan sosial, inhibisi perilaku, regulasi emosi, keterampilan komunikasi, kesadaran/persepsi sosial, empati, coping frustrasi, dan pengenalan emosi dengan pengukuran yang berbeda-beda. Modalitas intervensi yang paling banyak digunakan adalah multimodal, kemudian cognitive behavioral training, intervensi psikososial, intervensi body-focused, dan cognitive therapy. Hasil menunjukkan bahwa ke-23 artikel yang dianalisis menunjukkan dampak positif terhadap kompetensi sosial-emosional anak dengan ADHD. Meskipun demikian, beberapa keterbatasan teridentifikasi dalam hal ukuran sampel, desain penelitian, serta durasi studi. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan multi-komponen yang mengkombinasikan beberapa modalitas intervensi, beberapa disiplin ilmu pengetahuan, serta pelibatan banyak pihak seperti orang tua dan guru. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi pendekatan yang terindividualisasi dan ramah budaya serta menggunakan alat evaluasi yang objektif dan komprehensif.
Children with ADHD face not only core symptoms like inattention, hyperactivity, and impulsivity but also significant challenges in social-emotional competencies. Despite their substantial impact, interventions targeting social-emotional competencies in children with ADHD remain insufficiently mapped. Addressing social-emotional difficulties early has the potential to mitigate the severity of core symptoms, reduce long-term negative outcomes, and foster positive developmental trajectories for children with ADHD. This scoping review aimed to map non-pharmacological interventions targeting social-emotional competencies in children diagnosed with ADHD. The literature search utilized three sources: (1) international electronic academic databases (Scopus, ProQuest, and EBSCOhost), (2) manual hand searching, and (3) grey literature (Google Scholar). Of 4662 identified articles, 23 studies were included for analysis. The review found that the social-emotional competencies targeted by these interventions included social skills, behavioral inhibition, emotion regulation, communication skills, social awareness/perception, empathy, coping with frustration, and emotion recognition, with diverse measurement tools employed. The most used intervention modalities were multimodal approaches, followed by cognitive-behavioral training, psychosocial interventions, body-focused interventions, and cognitive therapy. The findings demonstrated that all 23 analyzed studies reported positive effects on the social-emotional competencies of children with ADHD. However, limitations were identified, particularly regarding sample sizes, research designs, and study durations. These findings emphasize the importance of multi-component approaches that integrate various intervention modalities, multiple disciplines, and the involvement of key stakeholders such as parents and teachers. Future research should explore individualized, culturally sensitive approaches and employ objective and comprehensive evaluation tools.
Kata Kunci : ADHD, gangguan neurodevelopmental, intervensi, kompetensi sosial-emosional, scoping review