Laporkan Masalah

Efek Pemberian Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Carica Papaya L. dan Sauropus Androgynous Terhadap Produksi Air Susu Induk Tikus Wistar

DEWI KURNIATI, Prof. Dr. Mae Sri Hartati Wahyuningsih, Apt., M.Si; Dr. dr. Ekawaty Lutfiah Haksari., Sp.A.(K); Dr. dr. Rul Afiyah Syarif., M.Kes

2025 | Disertasi | DOKTOR ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATAN

Air Susu Ibu (ASI) merupakan merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi yang dibutuhkan untuk perkembangan dan kecerdasan bayi. Memberikan ASI secara penuh selama enam bulan (ekslusif) tidak mudah karena sering ditemui masalah produksi ASI yang tidak lancar. Oleh karena itu, seorang ibu menyusui membutuhkan ASI booster yang memiliki manfaat maksimal dan efek samping minimal. Daun Sauropus androgynus (daun katuk) dan daun Carica papaya L. (daun pepaya) dikenal memiliki fungsi sebagai ASI booster alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian ekstrak daun C.papaya L. dan S.androgynus sebagai penambah produksi ASI. 

Penelitian ini adalah studi kuasi eksperimental dengan rancangan pre-test post-test design with control group yang diberlakukan untuk variabel kadar hormon oksitosin, prolaktin dan produksi air susu induk tikus serta rancangan post-test design with control group untuk variabel morfologi histologi. Subyek penelitian adalah tikus Wistar bunting yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu; CMC 0,5% (kontrol); Ekstrak C.papaya (ECP) 72 mg/kgBB; Ekstrak S.androgynus (ESA) 81 mg/kgBB; kombinasi ECP 72 mg/kgBB + 81 ESA mg/kgBB; kombinasi ECP 72 mg/kgBB + 162 ESA mg/kgBB; kombinasi ECP 144 mg/kgBB + ESA 81 mg/kgBB. Intervensi dilakukan pada hari ke-2 setelah partus hingga hari ke-15 dan pada hari ke-16 subjek uji dinekropsi dan dilakukan pengamatan histologi kelenjar mammae. Data kualitatif disajikan secara deskriptif dan data kuantitatif dilakukan uji normalitas Shapiro Wilk dan one-way ANOVA taraf kepercayaan 95%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ECP 144 mg/kgBB + ESA 81 mg/kgBB memiliki rerata proliferasi sel epitel dan diameter alveoli kelenjar mammae tikus Wistar menyusui tertinggi. Selain itu kadar oksitosin, prolaktin dan produksi air susu induk tikus pada kelompok ini juga menjadi yang paling signifikan dibanding kelompok kontrol. Hal ini membuktikan bahwa pemberian ekstrak kombinasi C.papaya dengan S.androgynus pada kelompok ECP 144 mg/kgBB + ESA 81 mg/kgBB menimbulkan dampak paling besar terhadap peningkatan produksi air susu tikus wistar.

Breast milk is the best natural nutrition for infants that is needed for their development and intelligence. Providing full breastfeeding for six months (exclusive) is not easy because there are often problems with poor milk production. Therefore, a breastfeeding mother needs a breast milk booster that has maximum benefits and minimal side effects such as by using natural breast milk boosters. Sauropus androgynus leaves (katuk leaves) and Carica papaya L. leaves (papaya leaves) are known to function as natural breast milk boosters. The purpose of this study was to assess the effect of giving S.androgynus and C.papaya L. leaf extract as a breast milk production enhancer.

This research is a quasi-experimental study with a pre-test post-test design with control group applied to variables of oxytocin and prolactin hormone levels and rat milk production and with post-test design with control group applied to variables of histolgy morfology. The research subjects were pregnant Wistar rats which were divided into 6 groups namely; CMC 0.5% (control); C.papaya extract (ECP) 72 mg/kgBW; S.androgynus extract (ESA) 81 mg/kgBW; combination of ECP 72 mg/kgBW + 81 ESA mg/kgBW; combination of ECP 72 mg/kgBW + 162 ESA mg/kgBW; combination of ECP 144 mg/kgBW + ESA 81 mg/kgBW. The intervention was carried out on day 2 after parturition until day 15 and on day 16 the test subjects were necropsied and histological observations were made on the mammary glands. Qualitative data were presented descriptively and quantitative data were subjected to Shapiro Wilk normality test and one-way ANOVA at 95% confidence level. 

The results showed that the ECP 144 mg/kgBW + ESA 81 mg/kgBW group had the highest mean epithelial cell proliferation and mammary gland alveoli diameter of lactating Wistar rats. In addition, the levels of oxytocin, prolactin and rat milk production in this group were also the most significant compared to the control group. This proves that the administration of combined extracts of C.papaya with S.androgynus in the ECP 144 mg/kgBB + ESA 81 mg/kgBB group has the greatest impact on increasing the milk production of Wistar rats.

Kata Kunci : Carica Papaya, Sauropus Androgynus, Oxytocin, Prolactin, Milk Production

  1. S3-2025-450215-abstract.pdf  
  2. S3-2025-450215-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-450215-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-450215-title.pdf