Implementasi Private Contract Management Dalam Pengelolaan Limbah Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman
DIKI BIMA PRASETIO, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2012 | Tesis | S2 IKM/MMRLatar Belakang: RSUD Sleman menggunakan jasa penyedia tenaga kerja untuk pekerjaan kebersihan sehingga seluruh tanggungjawab terhadap petugas kebersihan adalah tanggung jawab penyedia tenaga kerja. Tujuan: Mengeksplorasi implementasi private contract management dalam pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman. Metode: Studi kasus deskriptif dengan rancangan penelitian desain kasus tunggal holistik dan unit analisisnya adalah Rumah Sakit Umum Daerah Sleman. Informan kunci terdiri dari petugas kebersihan, direktur, kepala instalasi sanitasi dan sekretaris panitia keselamatan dan kesehatan kerja. Dilakukan observasi partisipatif dan wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara. Setelah informasi terkumpul dianalisis menggunakan pattern matching. Hasil: Petugas kebersihan mempunyai risiko bahaya yang disebabkan oleh faktor ergonomi yaitu penyakit musculoskeletal disorders. Upah yang tidak sesuai upah minimum regional Yogyakarta yaitu mendapat upah Rp 450.000,- per bulan, tidak mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja dan tidak adanya dukungan dari manajemen rumah sakit tentang keselamatan dan kesehatan kerja petugas kebersihan. Kesimpulan: Berdasarkan bukti yang didapatkan dalam penelitian ini membuktikan bahwa implementasi contract management petugas kebersihan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Sleman berorientasi kepada efisensi dan belum berorientasi kepada keselamatan dan kesehatan kerja petugas kebersihan.
Background: Sleman District General Hospital use private providers of labor for cleaning work so that the entire responsibility to the cleaning service is the responsibility of labor providers. Objective: To explore the implementasi of private contract management in the management of medical waste in Sleman District General Hospital. Methods: a descriptive case study research design and the design of a single case holistic unit of analysis is the Sleman District General Hospital. Key informants consisted of cleaning service, directors, chief sanitary installations and secretary of safety and helath committee. Conducted participant observation and in-depth interviews using an interview guide. Once the information is collected is analyzed using pattern matching. Results: The cleaning service has a risk of harm caused by ergonomic factors are musculoskeletal disorders diseases. Wages that do not fit the minimum wage Yogyakarta earns Rp 450,000,-/month, do not get social security and lack of support from hospital management of occupational safety and health cleaning service. Conclusions: Based on the evidence obtained in this study prove that the implementation of the management contract cleaning service by Sleman District General Hospital oriented to efficiency and not oriented to occupational safety and health cleaning service.
Kata Kunci : Contract Management, Risiko Kerja, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, Petuga Kebersihan, Rumah Sakit Pemerintah