Kerja Sama Swiss-Indonesia dalam Proyek SDC Direct Action: Strategi Perubahan dan Kepemilikan Negara Penerima Bantuan di Sektor Penanggulangan Bencana
Andi Faradilla Ayu Lestari, Dr. Atin Prabandari, M.A.(IR)
2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalSwiss dan Indonesia menjalin kerja sama di sektor penanggulangan bencana melalui proyek SDC Direct Action. Proyek ini unik karena melibatkan kolaborasi antara dua negara dengan kebutuhan dan kapasitas penanggulangan bencana yang berbeda, menawarkan ‘pendekatan’ direct action yang merupakan suatu hal baru bagi Indonesia dalam konteks kerja sama penanggulangan bencana, dan disertai oleh nuansa donor-penerima. Dengan memanfaatkan teori perubahan dan konsep kepemilikan negara sebagai kerangka analisis utama, serta konsep transfer pengetahuan sebagai kerangka analisis pendukung, penelitian kualitatif deskriptif ini akan membahas tentang implementasi proyek SDC Direct Action dan kepemilikan Indonesia sebagai negara penerima bantuan dalam proyek tersebut. Analisis dalam penelitian ini didukung oleh data primer—diperoleh melalui wawancara, observasi sebagai peserta magang, serta dokumen publik dan internal dari SDC dan BNPB—dan data sekunder—diperoleh melalui studi literatur, meliputi buku, artikel jurnal, dokumen, dan laman web yang relevan dengan topik penelitian. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan dua hal. Pertama, strategi perubahan dalam proyek SDC Direct Action berfokus pada 10 aktivitas yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, edukasi ketangguhan bencana, penelitian dan pengembangan, serta pengelolaan kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Namun, terlepas dari cakupan proyek yang tergolong komprehensif, durasi pengimplementasian yang masih sangat singkat membuat luaran yang dihasilkan masih sangat terbatas dan belum begitu signifikan. Kedua, hubungan donor-penerima antara Swiss dan Indonesia dalam proyek SDC Direct Action merefleksikan model empowered recipient yang cenderung lebih adil dibandingkan pola hierarkis yang selama ini ditemukan dalam hubungan Utara-Selatan.
Switzerland and Indonesia collaborate on disaster management through the SDC Direct Action project. This project is unique as it brings together two countries with different needs and capacities, introduces a direct action ‘approach’ that is new for Indonesia in the context of cooperation in this field, and has donor-recipient nuances. This descriptive qualitative research employs the theory of change and the concept of country ownership as its primary analytical frameworks, with knowledge transfer serving as a supporting framework. The aim is to examine the implementation of the SDC Direct Action project and Indonesia’s ownership as the recipient country in this project. The analysis is grounded in primary and secondary data, wherein the former was obtained through interviews, observations made during an internship, as well as SDC’s and BNPB’s public and internal documents, while the latter was drawn from literature review that includes books, journal articles, documents, and web pages relevant to the research topic. The findings of this research highlight two important insights. First, strategies for change implemented in the SDC Direct Action project focus on 10 activities centered around capacity building, disaster resilience education, research and development, as well as preparedness and response management. However, despite the project’s comprehensive scope, its brief implementation period has resulted in limited and insignificant outcomes so far. Second, the donor-recipient relationship between Switzerland and Indonesia in the SDC Direct Action project reflects the empowered recipient model, which tends to foster a more equitable dynamic than the hierarchical patterns often found in the North-South relationships.
Kata Kunci : Swiss, Indonesia, Kerja sama penanggulangan bencana, Strategi perubahan, Kepemilikan negara penerima bantuan