PENGINTEGRASIAN KEHIDUPAN KERJA DAN KELUARGA PADA POLISI WANITA DI DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL UMUM
Wasis Priyo Nugroho, Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Polisi wanita yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum menghadapi berbagai tantangan dalam mengintegrasikan peran dalam pekerjaan dan keluarga, terutama sebagai ibu. Kombinasi tuntutan kerja yang tinggi, jam kerja yang tidak menentu, serta tanggung jawab dalam keluarga dapat memicu ketegangan peran dan konflik yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana polisi wanita yang berperan sebagai ibu dapat mencapai kondisi pengintegrasian antara peran pada pekerjaan dan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan penyelidikan naratif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam semi terstruktur terhadap 9 polisi wanita, yaitu 4 polisi wanita dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, dan 5 polisi wanita dari Polda Metro Jaya. Data dianalisis dengan analisis tematik reflektif dan menghasilkan temuan tema-tema perjalanan menuju pengintegrasian. Hasil penelitian ini mendapati bahwa kondisi pengintegrasian ditunjukkan dengan tercapainya hasil positif dari permeabilitas pada peran sebagai polisi wanita dan juga ibu yang ditunjukkan dengan kepuasan hidup, penerimaan diri, produktivitas kerja, dan keharmonisan dalam keluarga. Penelitian ini juga menemukan adanya pengaruh norma lokal dan karakteristik wilayah yang berkontribusi dalam menjelaskan pengintegrasian. Konsep pengintegrasian dalam penelitian ini merupakan pergeseran dari konsep keseimbangan antara peran pada pekerjaan dan kehidupan keluarga dengan tidak memandang peran sebagai polisi wanita dan peran sebagai ibu merupakan dua domain terpisah. Maka dari itu penelitian ini menegaskan bahwa kedua peran tersebut dapat diharmonisasikan melalui adanya pengintegrasian.
Female police assigned to the General Criminal Investigation Directorate face various challenges in integrating work and family roles, especially as mothers. The combination of high work demands, erratic working hours, and family responsibilities can trigger role strain and conflict. This study aims to understand how policewomen who play the role of mothers can achieve a state of integration between work and family roles. This study used a narrative inquiry approach by collecting data through semi-structured in-depth interviews with 9 female police, 4 female police from the Yogyakarta Special Region Police, and 5 female police from the Jakarta Metro Police. The data were analyzed using reflective thematic analysis and resulted in the finding of themes on the journey towards integration. The results of this study found that the condition of integration is indicated by the achievement of positive outcomes of permeability in the role of female police and also mothers as indicated by life satisfaction, self-acceptance, work productivity, and harmony in the family. This study also found the influence of local norms and regional characteristics that contribute to explaining integration. The concept of integration in this study is a shift from the concept of balance between roles in work and family life by not viewing the role as a female police and the role as a mother as two separate domains. Therefore, this study asserts that the two roles can be harmonized through integration.
Kata Kunci : Polisi Wanita, Pengintegrasian Kehidupan Kerja dan Keluarga, Reserse Kriminal