Laporkan Masalah

Pengaruh jumlah tumbukan dan lama perendaman terhadap karakteristik campuran panas bergradasi superpave diameter nominal maksimum 12,50 mm pada VMA rendah berdasar uji Marshall

AMRULLAH, Ir. H. Suprapto Totomihardjo, MSc

2004 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Akhir-akhir ini dikenalkan campuran panas aspal agregat yang disebut Superpave , dalam campuran panas aspal agregat jenis ini mempunyai ciri utama adanya daerah larangan (restricted zone ) yang dalam penentuan gradasinya daerah ini harus dihindari, juga dikenal adanya titik-titik kontrol (control points). Kedua hal tersebut di atas merupakan batasan dalam merancang dan menentukan gradasi campuran. Salah satu faktor penting yang menentukan kekuatan campuran panas aspal agregat jenis superpave ini adalah susunan gradasi dari campuran tersebut yang akan menentukan nilai Voids in mineral agregat (VMA). Apabila beban meningkat dan nilai VMA yang disyaratkan terlampaui maka akan terjadi kerusakan pada campuran. Penelitian ini dilakukan pada campuran panas aspal agregat jenis superpave dengan gradasi berdiameter nominal maksimum 12,50 mm, yang dirancang dalam 3 variasi gradasi pada Voids In Mineral Aggregate (VMA) rendah, kemudian masingmasing gradasi divariasikan dengan Void Filled With Asphalt (VFWA) rendah, sedang dan tinggi. Selanjutnya dilakukan pengujian dengan variasi jumlah tumbukan yaitu 2 x 75, 2 x 100 dan 2 x 200 tumbukan, juga variasi perendaman mulai 0,5 jam, 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Untuk mengetahui karakteristik campuran dilakukan pengujian Marshall meliputi stabilitas, flow dan Marshall Quotient (MQ) serta dilakukan perhitungan untuk mendapatkan sifat-sifat campuran lainnya dengan density voids analisys. Hasil penelitian dengan 3 jenis gradasi, pada tahap perancangan dan pengujian benda uji nilai volumetric benda uji mengalami perubahan dengan tingkat akurasi dan presisi rendah. Untuk pengujian variasi peningkatan jumlah tumbukan, gradasi B (VMA=15,3 %), gradasi D (VMA=15,8 %) dan gradasi G(VMA=16,4 %) pada VFWA rendah, sedang dan tinggi, diperoleh hasil nilai VMA, VITM dan flow mengalami penurunan, nilai VFWA, density, stabilitas dan MQ mengalami kenaikan. Pada pengujian pengaruh variasi lama perendaman, terjadi penurunan nilai durabilitas yang diindikasikan dengan penurunan nilai stabilitas (R). Indeks penurunan (R) yang terkecil terjadi pada gradasi D(VMA = 15,8 %) kondisi VFWA rendah dengan nilai 2,908 Kg dan indeks penurunan terbesar terjadi pada gradasi G (VMA=16,4 %) pada kondisi VFWA rendah dengan nilai 19,150 Kg. Dari hasil pembahasan direkomedasikan campuran yang baik untuk pembebanan tinggi, terhadap spesifikasi teknik Kimpraswil 2000 yaitu garadsi D (VMA=15,80 %) kondisi VFWA sedang dan terhadap spesifikasi teknik Superpave adalah gradasi B (VMA=15,30 %) pada VFWA rendah, garadasi D (VMA=15,80 %) pada VFWA sedang dan gradasi G (VMA=16,40 %) pada VFWA sedang.

At the presently known hot asphalt aggregate mixture namely Superpave, the main characteristic of it were restricted zone which is avoid in determining gradation, and also control points. Both of them above are controller to design and determine mixture gradation. One of main factor determining the strength of hot asphalt aggregate mixture of superpave type is the compound of mixture gradation which leads to find out voids in mineral aggregate (VMA) index. It will be mixture damage if load increases and VMA index required is over. This research has been conducted in hot asphalt aggregate mixture of superpave type with nominal maximum size gradation 12.5 mm, which has been designed in three gradation variations of low Voids in Mineral Aggregate (VM A), thus each gradation has varied by low, medium ,and high Voids Filled With Asphalt (VFWA). It was continually by examining with the number of pound variation; i.e. 2 x 75, 2 x 100 and 2 x 200, and also immersion variations; half hour, 24 hour, 48 hour and 72 hour. To find out mixture characteristics has been performed Marshall Test include stability, flow, and Marshall Quotient (MQ), and calculated to get the others of mixture characteristic with density voids analysis. The result of this research with three gradation types, at the designing phase and sample testing, the volumetric index of it was change with the low of accurate and precision level. For testing of improvement variation of the number of pound, gradation B (VMA = 15.3%), gradation D (VMA =15.8%), and gradation G (VMA = 16.4%) of low, medium and high VFWA, it has obtained that VMA, VITM, and flow indexes decreased, on the other hand, VFWA, density stability, and MQ indexes increased. On the effect of immersion duration variation testing, the durability index decreased which was indicated by stability index (R) decreasing. The smallest of it was in gradation D (VMA =15.8%) with 2.908 kg of low VFWA condition, and the biggest was gradation G (VMA = 16.4%) with 19.150 kg of low VFWA condition. Overall, it has recommended the best mixture for high loading of the technical specification of Kimpraswil year 2000 was gradation D (VMA =15.8%) with medium VFWA condition, and the technical specification do Superpave were gradation B (VMA = 15.3%) with medium VFWA, gradation D (VMA =15.8%) with medium VFWA, and gradation G (VMA = 16.4%) with medium VFWA.

Kata Kunci : Konstruksi Jalan,Campuran Panas Aspal Agregat,Superpave,Diameter Nominal Maksimum 12,50 mm, Superpave, VMA, VFWA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.