Pengaruh jumlah tumbukan dan lama perendaman pada campuran beton aspal bergradasi superpave diameter nominal maksimum Teta 37,5 mm untuk VMA rendah berdasarkan uji marshall
RONNY, Ir. H. Suprapto Totomihardjo, MSc
2004 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiRongga dalam Mineral Agregat (VMA) merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keawetan campuran beraspal. Perancangan campuran beraspal dengan nilai VMA rendah merupakan perancangan campuran dengan rongga udara relatif kecil dimana bidang kontak antar agregat tinggi. Suatu campuran beraspal harus mempunyai cukup aspal untuk menyelimuti partikel agregat dan cukup rongga udara dalam campuran. Pengujian perendaman (durabilitas) dilakukakn untuk mengukur tingkat kerusakan atau ketahanan suatu campuran beraspal akibat pengaruh air dan temperatur. Pemadatan adalah suatu upaya untuk memperkecil jumlah rongga dalam campuran dan memperbesar internal friction agregat dalam campuran. Penelitian ini terlebih dahulu dilakukan perancangan benda uji untuk memperoleh nilai VMA yang sesuai target gradasi Superpave untuk diameter nominal maksimum agregat 37,50 mm untuk VMA rendah kemudian memvariasikan nilai VMA tersebut dengan variasi nilai VFWA (rendah, sedang dan tinggi). Pengujian tumbukan 2x75, 2x100 dan 2x200 dimana sampai pada energi pemadatan tertentu nilai VMA dan VFWA tidak banyak mengalami perubahan. Pengujian Perendaman dengan waktu perendaman 24 jam, 48 jam, 72 jam untuk mendapatkan nilai durabilitas, indeks perendaman. Hasil pengujian dianalisa dengan analisis berdasarkan pada hasil uji Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai volumetrik campuran benda uji perancangan target gradasi dan benda uji untuk pengujian dengan tingkat akurasi > 5%, masing-masing tingkat akurasi, 9,84% gradasi C (VMA=13,317%), 11,75% gradasi F (VMA=12,511%), 12,89% gradasi G (VMA=11,841%) . Peningkatan jumlah tumbukan pada masing-masing target gradasi mengakibatkan nilai density, stabilitas, VFWA, MQ mengalami peningkatan dengan rentang masing-masing density (0,48-1,08%) stabilitas (23,17-36,13%), VFWA(4,01-9,63%), MQ(26,83-47,55%), nilai VMA, VITM, flow mengalami penurunan dengan rentang masing VMA(3,45-7,29%), VITM(11,93-31,54%), flow(2,56-6,50%). Pengaruh lama perendaman untuk target gradasi C (VMA=13,317%) mengalami penurunan stabilitas rata-rata sebesar 54,07 kg per 24 jam. Untuk gradasi F(VMA=12,511%) mengalami penurunan stabilitas rata-rata sebesar 69.23 kg per 24 jam, dan gradasi G (VMA=11,841%) mengalami penurunan stabilitas rata-rata sebesar 71,81 kg per 24 jam. Akibat penambahan beban, berdasarkan spesifikasi Kimpraswil 2000 dan superpave, campuran yang dapat direkomendasi untuk beban lalulintas tinggi adalah beton aspal diameter nominal maksimum 37,5 mm VMA rendah (12,511%) VFWA sedang (75,565%) sesuai spesifikasi superpave, untuk spesifikasi Kimpraswil 2000 tidak memenuhi persyaratan spesifikasi., karena nilai VMAmin dan VITM pada spesifikasi Kimpraswil relatif tinggi. Kata Kunci : superpave, beton
Void in the Mineral Aggregate (VMA) is one factor that influences the mixed asphalt durability. Mixed asphalt which was designed in lower VMA has little void with high contact aggregate. Mixed asphalt must have enough asphalt to covered the particles and has enough voids in. Durability test was carried out to measure the damage and endurance mixed asphalt which has influenced by water and temperature. Compacting is one action to reduce the void number in the mix and increase aggregate internal friction. First, this research designed the test material to give VMA value that coincided to superpave gradation with maximum nominal sized aggregate 37,5 mm for low VMA. Next, the VMA value was varied to low, medium and high VFWA. In the 2x75 blows, 2 x 100 blows and 2 x 200 blows with specify compacted energy, the test showed that VMA and VFWA value did not change significantly. Immersion test did on many variations time i.e. 24 hours, 48 hours and 72 hours, and analyzed by Marshall test. The research showed that volumetric value of material test with > 5% accuration were 9,84% of C gradation (VMA = 13,317%), 11,75% of F gradation (VMA = 12,511%) and 12,89% of G gradation (VMA =11,841%). Increasing the number of blows on each gradation caused the value of density, stability, VFWA, MQ will increase. The range of density increase is 0,48% to 1,08%, stability increase is 23,17% to 36,13% , VFWA increase is 4,01% to 9,63% and MQ increase is 26,83% to 47,55%. The value of VMA, VITM and flow was decrease and followed this : VMA 3,45% to 7,29%, VITM 11,93% to 31,54% and flow 2,56% to 6,50%. The immersion time will influence to the stability of mix, usually decreasing value. The rate of value 54,07 kg per 24 hours of C gradation (VMA 13,317%), 69,23 kg per 24 hours of F gradation (VMA =12,511%), and 71,81 kg per 24 hours of G gradation (VMA = 11,481%). According to the superpave specification, the mixed asphalt that recommended to high traffic is asphalt concrete with 37,5 mm minimum nominal sized, low VMA (12,511%) and medium VFMA (75,565%). But this mixed asphalt did not comply the Kimpraswil (2000) specification because the value of minimum VMA and VITM is very high.
Kata Kunci : Konstruksi Jalan,Diameter Nominal Maksimum O 37,5 mm,superpave, asphalt concrete, compaction, durability