HUBUNGAN KUALITAS HIDUP YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN MULUT (OHRQoL) DENGAN STATUS NUTRISI MASYARAKAT LANJUT USIA DI KABUPATEN SLEMAN
Stanislas Dwiyogo Imanutomo, drg. Dibyvo Pramono SU, MDSc
2010 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIPengukuran kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut (OHRQoL) digunakan untuk melihat sampai dimana keadaan mulut pada lansia yang akibat penuaan akan menimbulkan beban, dimana beban pada fungsi fisik, psikososial serta rasa sakit dan ketidaknyamanan akan mempengaruhi kualitas hidup. Beban yang ditimbulkan juga mengganggu asupan nutrisi akibat terganggunya fungsi mengunyah, rasa sakit dan ketidaknyamanan serta fungsi psikososial, dan akhirnya mempengaruhi status nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara OHRQoL dengan status nutrisi pada lansia. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan potong silang(cross sectional). Subjek adalah lansia (usia 60-74 tahun) dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman. Sampel sebanyak 120 dibagi dengan proportional, lalu diambil menggunakan teknik simple random sampling. Uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut (OHRQoL) dengan status nutrisi yang ditunjukkan dengan nilai p=0.000 (p<0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan (p<0.05) antara kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut (OHRQoL) dengan status nutrisi pada lansia di Kabupaten Sleman.
The Measurement of oral health-related quality of life (OHRQoL) captured how the extend of oral diseases and disorders affect daily lifes and its burden on
physical functions, psychosocial functions, pain and discomfort that took role on quality of life. The burden then reduced nutritional intake because of the
limitation on mastication, pain and discomfort, and psychosocial function. The aim of this study was to find out the association of oral health-related quality of
life (OHRQoL) and nutritional status in the elderly.
This study applied cross sectional design. The subjects of this study were the elderly (60-74 years old) from 17 districts in Sleman. There were 120 sample chosen by using proposive sampling then taken with simple random sampling. The data analysis method used was Product Moment Pearson of correlation.
The result of this study showed that there was a significant correlation between oral health-related quality of life (OHRQoL) and nutritional status ,
showed with p=0.000 (p
Kata Kunci : OHRQoL; status nutrisi; Kabupaten Sleman