Analisis dampak lalu lintas kawasan Giwangan akibat pembangunan Terminal Tipe A, Mall dan Pengujian kendaraan bermotor
AGUSTRIONO, Harry, Ir. Djoko Murwono, MSc
2004 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiPembangunan pusat kegiatan yang menimbulkan bangkitan atau tarikan perjalanan yang besar akan memberikan tekanan yang cukup berarti pada prasarana jalan yang ada untuk melayani dan menampung beban lalu lintas tambahan yang ditimbulkan akibat adanya pembangunan tersebut. Sementara itu problem kemacetan lalu lintas sudah jelas sangat merugikan pemakai jalan berupa pemborosan bahan bakar dan terbuangnya waktu yang sia-sia. Dalam upaya meminimalkan permasalahan lalu lintas, maka suatu hal yang mendesak dilakukan adalah melakukan analisis dampak lalu lintas pada pembangunan beberapa pusat kegiatan, khususnya yang diperkirakan memberikan dampak penting terhadap sistem jaringan jalan di perkotaan. Tujuan dari menganalisis dampak lalu lintas tersebut adalah untuk memperoleh gambaran besarnya dampak lalu lintas dari pembangunan pusat kegiatan terhadap jaringan jalan yang ada disekitar proyek. Dalam menganalisis besarnya dampak lalu lintas dari pembangunan terminal Giwangan, pusat perdagangan, pom bensin dan PKB, metodologi yang digunakan adalah membandingkan kondisi dengan dan tanpa proyek terhadap parameter kecepatan, derajat kejenuhan di ruas jalan, tundaan dan panjang antrian di simpang, serta memprediksi besaran konflik pada pintu masuk dan keluar pusatpusat kegiatan. Analisis dilakukan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI,1997) untuk ruas dan simpang. Hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dampak lalu lintas yang terjadi tidak terlalu berpengaruh terhadap penurunan kapasitas Ring Road Selatan, dimana derajat kejenuhan pada ruas tersebut sampai tahun 2014 masih dibawah 0.5, sehingga arus lalu lintas masih dapat mengalir dengan lancar dengan kecepatan kendaraan ringan melaju di atas 55 km/jam. Gangguan secara signifikan pada Ring Road Selatan berupa konflik keselamatan lalu lintas bagi pengguna jalan dari beberapa akses seperti : SPBU, Jl. Guno Mrico dan Kantor PKB. Dampak lalu lintas yang terjadi sangat mempengaruhi kapasitas Simpang Giwangan dan akses masuk ke Terminal/Mall Giwangan. Jika tidak dilakukan perbaikan geometrik simpang setelah beroperasinya pusat-pusat kegiatan, maka derajat kejenuhan yang timbul pada pendekat Simpang Giwangan rata-rata berada di atas 0.8 dengan tundaan 59.22 det/smp. Perbaikan pendekat Jalan Imogiri Selatan mampu menurunkan tundaan menjadi 44.56 det/smp dan derajat kejenuhan di bawah 0.8. Pada kondisi Dengan Proyek 2014, usaha perbaikan geometrik yang dilakukan tidak mampu dan efektif untuk menurunkan tundaan dan panjang antrian. Alternatif lain yang dilakukan adalah membangun simpang tidak sebidang di atas Simpang Giwangan, yaitu dengan menaikkan ruas Ring Road Selatan memotong di atas ruas Jalan Imogiri.
Developing public center that arouse a great traffic stimulation, will give a significant pressure to the existing infra structure which serve and load the additional traffic as the result. Meanwhile traffic jam definetly is not profit making case to the users, such as wasting time and energy. So, the profound, important step in order to minimize the traffic case, is to analyze what effects of the public center development have on traffic, particulary on Urban Road Network System. The goal of the analysis, is to find out what the effects of the public center development have on traffic, particularly toward project’s surrounding. Methodology of analyzing what the effects of Giwangan bus station, trade center, gas pumb development have on traffic, is to compare between without and with project condition toward speed parameter, road’s saturation degree, long queue and delay at the crossroad, also to estimate what the effects have on public center entrance. MKJI is a reference to analyze road and crossing capacity. The discuss and analysis results, mention that the effects on traffic do not too much influence toward South Ring Road capacity decrease. Up to 2014, the saturation degree of Ring Road is still under 0.5, so the traffic current still can run by light vehicle speed up to 55 km/hour. The significant troubles of South Ring Road are traffic safety conflicts toward the users who come from a lot of accesses such as gas pumb, Guno Mrico Street, office of motorized vehicle test. Otherwise, the effects on traffic much influence toward capacity og Giwangan crossing and Giwangan bus station / Mall entrance acess. If, the public centers have already been operated and geometrical improvements of crossroad have not yet been implemented, the average of saturation degree at Giwangan crossing is up to 0.8 and the delay is 59.22 pcu/sec. The improvements of South Imogiri road are able to lower the delay down to 44.56 pcu/sec, and the saturation degree under 0.8. At 2014’s Project condition, the results of geometrical improvement are unable to decrease the delay and long queue effectively. Alternatively, it is constructed a Giwangan’s fly over by ascending the South Ring Road to cross over Imogiri Road.
Kata Kunci : Lalu Lintas,Dampak Terminal Tipe A