Laporkan Masalah

Hubungan Pemangku Kepentingan dalam Inovasi Pengelolaan Wakaf berbasis Organisasi Masyarakat: Studi pada N??ir Wakaf Muhammadiyah

FAHMI MEDIAS, Dr. Reni Rosari, M.B.A; Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D.; Professor Dr. Asmak Binti Ab Rahman

2025 | Disertasi | S3 Agama dan Lintas Budaya

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemangku kepentingan dalam mendorong inovasi dalam pengelolaan wakaf Muhammadiyah. Dengan mengidentifikasi pemangku kepentingan internal dan eksternal, kekuatan, minat, dan harapan mereka dipetakan untuk memahami pengaruhnya terhadap inovasi wakaf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, memanfaatkan kerangka teori pemangku kepentingan dan studi kasus untuk menyelidiki inovasi organisasi, produk, proses, dan pemasaran dalam pengelolaan wakaf. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemangku kepentingan terdiri dari internal yang meliputi Pimpinan Muhammadiyah (Pusat, Wilayah, dan Daerah), Amal Usaha Muhammadiyah, dan Majelis, Lembaga, dan Organisasi Ortonom, serta pemangku kepentingan eksternal yang meliputi Badan Wakaf Indonesia, waqif, mauquf ‘alaih, Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), Lembaga Keuangan Syariah, Badan Pertanahan Nasional, dan Notaris. Para pemangku kepentingan menunjukkan minat yang beragam, mulai dari memaksimalkan manfaat sosial hingga memastikan pemanfaatan aset yang berkelanjutan. Inovasi yang diharapkan meliputi pelembagaan N??ir, sistem manajemen digital, pengenalan produk keuangan berbasis wakaf, dan inisiatif pemasaran strategis melalui pendidikan masyarakat. Kemajuan ini menunjukkan peran penting kolaborasi pemangku kepentingan dalam mengubah wakaf menjadi alat pembangunan sosial-ekonomi yang dinamis, memastikan keberlanjutan dan keselarasannya dengan kebutuhan masyarakat.

This study aims to analyze the relationship among stakeholders in driving innovation in the management of Muhammadiyah's waqf. By identifying internal and external stakeholders, their strengths, interests, and expectations are mapped to understand their influence on waqf innovation. The study employs a qualitative approach, utilizing the stakeholder theory framework and case studies to investigate organizational, product, process, and marketing innovations in waqf management. The findings reveal that stakeholders include internal parties such as Muhammadiyah leadership (central, regional, and local), Muhammadiyah's business entities, and councils, institutions, and autonomous organizations. External stakeholders include the Indonesian Waqf Board, waqif (donors), mauquf 'alaih (beneficiaries), Pledge of Waqf Deed Officials (PPAIW), Islamic Banking, the National Land Agency, and notaries. These stakeholders exhibit diverse interests, ranging from maximizing social benefits to ensuring sustainable asset utilization. The desired innovations include the institutionalization of N??ir (waqf managers), digital management systems, the introduction of waqf-based financial products, and strategic marketing initiatives through public education. These advancements underscore the crucial role of stakeholder collaboration in transforming waqf into a dynamic tool for socio-economic development, ensuring sustainability and alignment with societal needs.

Kata Kunci : Pengelolaan Wakaf, Pemangku Kepentingan, Muhammadiyah, Inovasi

  1. S3-2025-468342-abstract.pdf  
  2. S3-2025-468342-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-468342-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-468342-title.pdf