Laporkan Masalah

SUBSTITUSI BAKTERI DAN JAMUR SELULOLITIK DAN XILANOLITIK PADA CAIRAN RUMEN TERHADAP KECERNAAN JERAMI PADI SECARA IN VITRO

Adi Puriyanto, Asih Kurniawati, S.Pt., M.Si.; Ir. Chusnul Hanim, M.Si.

2010 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kombinasi isolat bakteri dan jamur selulolitik dan xilanolitik sebagai inokulum untuk meningkatkan kecernaan jerami padi. Isolat mikrobia diperoleh dari penelitian Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes yaitu isolat Bs3 (bakteri selulolitik kolon kerbau), Bs3 (bakteri selulolitik kolon kerbau), Jx4 (jamur xilanolitik sekum kuda), Js3 (jamur selulolitik kolon kerbau), Bx4 (bakteri xilanolitik sekum kuda). Isolat tersebut kemudian diaplikasikan sebagai inokulum untuk substitusi cairan rumen pada uji kecernaan jerami padi secara in vitro. Formulasi isolat merupakan kombinasi campuran dari keempat isolat mikrobia di atas yaitu Bs3Jx4, Bx4Js3, Bx4Jx4 dan Bs3Js3. Masing-masing kombinasi isolat digunakan sebagai inokulum dan diberikan untuk substitusi 10% dari cairan rumen pada uji kecernaan in vitro jerami padi dengan 3 ulangan untuk masing-masing perlakuan. Inkubasi dilakukan pada 39º C selama 48 jam. Data kecernaan yang diamati meliputi kecernaan in vitro bahan kering (KcBK), bahan organik (KcBO), serat kasar (KcSK), neutral detergent fiber (KcNDF) serta acid detergent fiber (KcADF). Data yang diperoleh kemudian dianalisis analisis variansi pola searah, apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s new multiple range test (DMRT). Subtitusi inokulum selulolitik dan xilanolitik memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap KcBK, KcBO, KcSK, KcNDF dan KcADF. Kecernaan KcBK antara 36,13 – 38,12, kecernaan KcBO antara 36,55 – 39,17, kecernaan KcSk antara 36,49 – 43,62, kecernaan KcNDF antara 31,44 – 34,58, kecernaan KcADF antara 45,50 – 47,66. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa kombinasi isolat selulolitik dan xilanolitik belum mampu meningkatkan kecernaan jerami padi. Kata Kunci : Jerami Padi, Selulolitik, Xilanolitik, Jamur, Bakteri.

This experiment was conducted to determine the potency of mix cellulolytic and xylanolytic bacteria and fungi as an inoculum to increased in vitro digestibility of rice straw. Those isolates were obtained from Ahmad Wahyudi‘s research, namely Bs3 (cellulolytic bacteria from buffalos colon), Jx4 (xylanolytic fungi from horses cecum), Js3 (cellulolytic fungi from buffalo colon), and Bx2 (xylanolytic bacteria from horse cecum). Mix isolates, were used as the inoculums to substitute 10% of rumen liquid on in vitro technique to measured digestibility of rice straw. The data collected were: Bs3Jx4, Bx4Js3, Bx4 Jx4 and Bs3Js3. The treatments in this experiment consisted of three replications.The digestibility in vitro of dry matter (DMD), organic matter (OMD), crude fiber (CFD), neutral detergent fiber (NDFD) and acid detergent fiber (ADFD). The data were analyzed following one-way analysis of variance design and continued with Duncan’s new multiple range test when there was significant effect of treatmen. The isolate bacteria and fungi combinations have no significant effect on DMD, OMD, CFD, NDFD, ADFD. The digestibility of DMD among 36.13 – 38.12, digestibility of OMD among 36.55 – 39.17, digestibility of CFD among 36.49 – 43.62, digestibility of NDFD among 31.44 – 34.58, digestibility ofADFD among 45.50 – 47.66. In conclution, combination of isolates cellulolytic and xilanolytic in this research can not increase digestibility of rice straw Key Words: Rice Straw, Cellulolytic, Xylanolytic, Bacteria, Fungi

Kata Kunci : Jerami Padi, Selulolitik, Xilanolitik, Jamur, Bakteri.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.