Laporkan Masalah

KECERNAAN IN VITRO PAKAN BASAL TUMPI JAGUNG DAN KULIT KOPI YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI SUMBER ENERGI TERDEGRADASI CEPAT DAN PROTEIN TERDEGRADASI LAMBA

Tri Sulistyani, Prof. Dr. Ir. Ristianto Utomo, SU.,; Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M. Anim. St.

2009 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kecernaan dan imbangan terbaik dari tumpi jagung dan kulit kopi sebagai pakan basal sapi potong, dan mengetahui pengaruh suplementasi tepung daun lamtoro dan onggok kering terhadap pakan basal. Penelitian pertama dilakukan untuk mengetahui imbangan terbaik pada pakan basal tumpi jagung (T) dan kulit kopi (K), sampel terbagi dalam enam imbangan yaitu T10, K10, T2K8, T4K6, T6K4 dan T8K2, sampel kemudian diinkubasi secara in vitro satu tahap (48 jam). Penelitian kedua dilakukan untuk mengetahui pengaruh suplementasi menggunakan sumber energi terdegradsi cepat yaitu onggok kering (OK) dan suplemen sumber protein terdegradasi lambat yaitu tepung daun lamtoro (TDL) pada pakan basal terbaik dari penelitian pertama yaitu 80% tumpi jagung dan 20% kulit kopi (T8K2), sampel terdiri dari tiga imbangan yaitu P1 = 70 (T8K2) : 30 (50TDL:50OK), P2 = 60 (T8K2) : 40 (50TDL:50OK), dan P3 = 50 (T8K2) : 50 (50TDL:50OK), sampel kemudian diinkubasi secara in vitro dua tahap (2 kali 48 jam). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anova kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan’s new multiple range test (DMRT). Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) pada pakan basal tunggal T10 (64,53% dan 66,86%) adalah yang tertinggi (P<0,01) daripada K10 (31,85% dan 31,73%), sedangkan pada imbangan pakan basal T8K2 (57,31% dan 51,71%) adalah paling baik (P<0,01) daripada imbangan T2K8 (36,80% dan 29,73%), T4K6 (42,28% dan 35,82%), atau T6K4 (48,97% dan 42,76%). Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) tidak berbeda nyata (P<0,05) pada P1 (52,43% dan 46,30%), P2 (54,70% dan 47,62%), dan P3 (52,49% dan 45,17%). Disimpulkan bahwa imbangan pakan basal terbaik yaitu T8K2 dan suplementasi lebih baik dilakukan sebanyak 30% suplemen (onggok kering dan tepung daun lamtoro) pada 70% pakan basal (tumpi jagung dan kulit kopi). (Kata Kunci: Tumpi Jagung, Kulit Kopi, Suplementasi, Kecernaan In Vitro)

This study was carried out to determine the digestibility and the best ratio of the corn bran and coffee pulp used as basal feed for beef cattle, and to determine the effect of supplementation of laucaena leaf powder and dried cassava pomace on basal feed. The first study was conducted to determine the best ratio of corn bran (T) and coffee pulp (K) in basal feed, samples were divided into six ratio: T10, K10, T2K8, T4K6, T6K4 and T8K2. Samples were incubated for 48 hours following Tilley and Terry method. The second study was performed to determine the effects supplementation of rapidly degraded energy sources dried cassava pomace (OK) and slowly degraded protein sources leucaena leaf powder (TDL) in the best basal feed of the first study, 80% corn bran and 20% coffee pulp (T8K2). Samples consisted of three ratio: P1 = 70 (T8K2): 30 (50TDL: 50OK), P2 = 60 (T8K2): 40 (50TDL: 50OK), and P3 = 50 (T8K2): 50 (50TDL: 50OK). Samples were incubated two-stage in vitro (2 x 48 hours). Data obtained were analyzed using anova analyses of variance followed by Duncan's new multiple range test (DMRT) for any differences. Results from first study showed that dry matter digestibility (KcBK) and organic matter digestibility (KcBO) of single basal feed of T10 (64.53% and 66.86%) was higher (P<0.01) than K10 (31.85% and 31.73%), while the ratio of T8K2 (57.31% and 51.71%) was higher (P<0.01) than T2K8 (36.80% and 29.73%), T4K6 (42.28% and 35.82%), or T6K4 (48.97% and 42.76%). The results of both studies showed that the dry matter digestibility (KcBK) and organic matter digestibility (KcBO) were not significantly different (P<0.05) in P1 (52.43% and 46.30%), P2 (54.70% and 47.62%), and P3 (52.49% and 45.17%). It can be concluded that the best ratio of basal feed is 80% corn bran and 20% coffee pulp and the best proportion of supplement is 30% supplement (dried cassava pomace and leucaena leaf powder) in 70% of basal feed (corn bran and coffee pulp). (Keywords: Corn Bran, Coffee Pulp, Supplementation, In Vitro Digestibility)

Kata Kunci : Tumpi Jagung, Kulit Kopi, Suplementasi, Kecernaan In Vitro)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.