Laporkan Masalah

PENGARUH PERBEDAAN PREPARASI SAMPEL TERHADAP KECERNAAN IN VITRO PRODUKSI GAS BEBERAPA RUMPUT TROPIK

Kanti Kurniati, Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA.; Dr. Ir. Hari Hartadi, M.Sc.,Ph.D.

2010 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persiapan sampel terhadap kecernaan produksi gas dengan menggunakan 5 macam rumput yaitu rumput Brachiaria (Brachiaria brizantha), rumput Pangola (Digitaria decumbens), Setaria (Setaria anceps), rumput Sudan (Sorghum sudanense), dan jerami jagung (Zea mays). Penelitian ini menggunakan metode in vitro gas test (Menke dan Steingass, 1988), masing-masing rumput diberi perlakuan; sampel segar dihaluskan menggunakan blender selama 1 menit, sampel segar dihaluskan menggunakan blender selama 2 menit, sampel dikeringkan menggunakan temperatur tinggi (oven 55 ºC), dan sampel dikeringkan menggunakan temperatur rendah (freeze dry -20 ºC). Dalam penelitian ini variabel yang diamati adalah BK, BO, produksi gas dari fraksi yang potensial terdegradasi (fraksi b), laju produksi gas dari pakan yang potensial terdegradasi (fraksi c), dan produksi gas dari fraksi total terdegradasi (fraksi a+b). Data yang diperoleh dari komposisi kimia diuji dengan analisis variansi menggunakan T-test sedangkan untuk kecernaan in vitro diuji dengan analisis variansi menggunakan one-way anova, jika berbeda dilanjutkan dengan uji Duncan’s new multiple range test (DMRT). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata terhadap produksi gas (P<0,05) pada perlakuan sampel yang tidak melalui proses pemanasan atau segar yaitu blender 1 menit dan blender 2 menit. Produksi gas dari sampel yang dikeringkan menggunakan freeze dry -20°C dibandingkan dengan menggunakan oven 55°C tidak menunjukkan perbedaan Rumput yang tidak melalui proses pengeringan (segar) mempunyai nilai kecernaan yang lebih tinggi. Kata Kunci: Rumput Tropik, Sampel Segar, Pengeringan Oven, Pengeringan Freeze, In Vitro Produksi Gas

Experiment was conducted to evaluate the effect of sample preparations of five grass species on in vitro gas production, according to Menke and Steingass (1988). The grasses were Brachiaria (Brachiaria brizantha), Pangola (Digitaria decumbens), Setaria (Setaria anceps), Sudan (Sorghum sudanense), and corn stover (Zea mays). The fresh grasses were ground using blender for one and two minutes, and then were oven dried at 55°C or freeze dried at -20°C. The variable measured were dry matter (DM), organic matter (OM), the gas production from the insoluble fraction (fraction b), the degradation rate (fraction c), and total degradation (fraction a+b). Data obtained were analyzed by variance analysis using one-way anova and continued by Duncan’s multiple range test to examine the differences between mean values. The samples were chemically analyzed and were incubated in rumen fluid at 39 °C for 96 hours. The results indicated that fresh samples statistically produce higher gas (P<..05) than dried samples, while no difference between dried samples. Key words : Tropical grasses, Fresh sample, Oven dried, Freeze dried, In vitro gas production

Kata Kunci : :Rumput Tropik, Sampel Segar, Pengeringan Oven, Pengeringan Freeze, In Vitro Produksi Gas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.