Pengaruh perlintasan sebidang kereta api terhadap karakteristik lalu lintas :: Aliran-kecepatan-kepadatan
IRAWAN, Rudi, Ir. Dewanti, MS
2004 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiSalah satu bentuk pertemuan antara ruas jalan dan jalan rel adalah perlintasan sebidang kereta api yang merupakan hambatan yang dapat mempengaruhi karakteristik lalulintas yang terdiri dari aliran lalulintas, kecepatan dan kepadatan lalulintas. Hal ini disebabkan ketika akan melewati perlintasan sebidang kereta api, terjadi perubahan kecepatan kendaraan, antrian dan tundaan pada saat pintu perlintasan kereta api tertutup, dan perbedaan kepadatan lalu lintas pada lokasi tersebut dibandingkan dengan bagian ruas jalan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model matematis yang dapat menggambarkan hubungan aliran lalulintas, kecepatan dan kepadatan lalulintas pada ruas jalan yang terdapat hambatan berupa perlintasan sebidang kereta api yang meliputi Model Sing/e Regi!!! (Model (freatis/news, Model Greenberg dan Model nderwnud) dan Model Mulu' Regim yang merupakan beberapa gabungan model dari hasil analisis. serta untuk mengetahui panjang antrian maksimum yang akan terjadi pada saat pintu perlintasan sebidang kereta api ditutup maupun pada saat tidak tertutup, serta lamanya waktu penormalan yang dibutuhkan agar keadaan menjadi kembali normal dengan menggunakan analisis gelombang kejut (Shock Wave). Survai dilakukan di 3 (tiga) lokasi yaitu sebelum perlintasan sebidang kereta api, pada saat melintasi perlintasan sebidang kereta api, dan sesudah perlintasan sebidang kereta api yang dilaksanakan pada tanggal 4 - 5 Mei 2004. Lokasi penelitian dilakukan pada Lintasan 215 yang berada pada ruas jalan Sultan Agung - A. R. Hakim di Kota Tegal. Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan kepadatan secara signifikan akan menyebabkan penurunan kecepatan pada ruas jalan A. Rahman Hakim - Sultan Agung, terjadi perubahan nilai parameter (kecepatan arus bebas, kecepatan maksimum, kepadatan macet, kepadatan maksimum dan aliran maksimum) baik pada model smgle regim maupun model multi regim di tiap lokasi pengamatan yang menyebabkan pergeseran kurva hubungan aliran lalulintas, kecepatan dan kepadatan lalulintas, pada saat melintasi perlintasan sebidang KA teijadi penurunan kecepatan kendaraan rata - rata sebesar l7,08 km/jam arah ke Kota Tegal dan 16,90 km/jam arah ke Slawi, tundaan akibat kondisi geometrik perlintasan sebidang KA rata - rata sebesar l6. l 2 detik arah ke Kota Tegal dan 17.25 detik arah ke Slawi, besarnya nilai gelombang kejut arah ke Kota Tegal rata - rata 3. l9 km/jam dan arah ke Slawi rata rata 3.16 kin/jam dan terjadinya panjang antrian maksimum dan waktu penormalan yang dibutuhkan tergantung pada nilai aliran lalulintas dan lama penutupan pintu perlintasan KA.
Available in Fulltext
Kata Kunci : Arus Lalu Lintas,Perlintasan Sebidang Kereta Api