Laporkan Masalah

Analisis penanganan dan pengembangan jaringan jalan propinsi di Propinsi Maluku

INTAN, Ahnes, Dr.Ir. Siti Malkhamah, MSc

2004 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Penanganan dan pengembangan jaringan jalan propinsi di Propinsi Maluku, membutuhkan suatu manajemen penanganan yang baik, khususnya dalam penyusunan prioritas. Hal ini disebabkan karena jumlah dana penanganan yang sangat terbatas dan berubahnya sistem transportasi wilayah, terutama fungsi dan status jalan yang ada, akibat terjadinya perubahan hirarki kota maupun pusat kegiatan setelah pemekaran propinsi dan kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria-kriteria yang perlu dipertimbangkan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan bagi penanganan dan pengembangan jalan propinsi serta untuk menganalisis prioritas dan program penanganan jaringan jalan propinsi di Propinsi Maluku yang dapat secara optimal menunjang strategi pengembangan jaringan jalan propinsi berdasarkan tingkat kepentingan dan kondisi wilayah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process, untuk mendapatkan bobot tingkat kepentingan dari indikator setiap kriteria yang digunakan. Selain itu, penelitian ini juga melakukan penilaian secara langsung terhadap indikator setiap kriteria, baik yang didapat secara langsung maupun dengan pemberian nilai terhadap indikator dari kriteria yang bersifat kualitatif berdasarkan kondisi wilayah dengan. Kriteria yang digunakan adalah kriteria kondisi, kriteria hirarki, kriteria pemerataan, kriteria antar moda, kriteria wilayah dan kriteria efisiensi biaya. Hasil analisis tingkat kepentingan dengan AHP kemudian digabungkan dengan hasil penilaian kondisi eksisting ruas untuk mendapatkan nilai akhir. Ruas dengan nilai akhir setelah pembobotan tertinggi merupakan ruas yang prioritas untuk ditangani sesuai dengan jenis penanganan yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan kondisi dan jenis perkerasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria yang paling dominan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas penanganan dan pengembangan jaringan jalan propinsi adalah kriteria efisiensi biaya (24,34%), kriteria kondisi (22,26), kriteria pemerataan (15,11%), kriteria wilayah (14,02%), kriteria antarmoda (12,23%) dan kriteria hirarki (12,04%). Pemilihan alternatif yang mendapat prioritas sesuai nilai bobot adalah penanganan dengan pembangunan jalan (37,93%), penanganan dengan pemeliharaan jalan (32,03%) dan penanganan dengan peningkatan jalan (30,04%). Berdasarkan tingkat kepentingan dan kondisi eksisting setiap ruas jalan yang ada maka ruas jalan propinsi yang prioritas untuk ditangani dengan pembangunan jalan adalah Ruas Sional –Sionudal di Kepulauan Aru, prioritas untuk ditangani dengan pemeliharaan jalan adalah Ruas Kairatu – Eti di Pulau Seram dan prioritas untuk ditangani dengan peningkatan jalan adalah Ruas Tual – Debut – Ewu di Pulau Kei Kecil.

A professional management, particularly in priority arrangement is needed for development and maintenance of province road networking in Maluku Province. It is caused to fund limitation of maintenance and the changing of region transportation system, mainly the status and function of the existing road, it happens the changing of municipal hierarchy after province and regional opening up. The purposes of this research are to identify considering criterias as inputs to take decision making to handling and development of province road networking in Maluku province and to analyse the program and priority of provincial road networking maintenance optimally in Maluku Province to support the development strategy of province road networking according to level of interest and regional condition. This research is conducted by Analytical Hierarchy Process Method, to find out the level of interest grade from then using indicator of each critreria. Beside that, this research has done to assess of the indicator value of each indicator directly and by giving the indicator value of qualitatif criteria according to regional condition. The using criterias are condition criteria, generalization of development criteria, multimoda criteria, regional criteria and cost eficiency criteria. The analysis result of the level of interest by AHP is combine with the assessing result of the road existing condition to find out the final result. The last value of road after the highest grade is priority road to maintenance by determining previously of suitable maintenance according to type and condition of pavement. Result of this research indicate that most dominant criterion influence decision making in determining priority and development of province road network is cost efficiency (24,34%), condition (22,26%), generalization of development (15,11%), region (14,02%), multi moda transport (12,23%) and hierarchy (12,04%). Election of alternative getting priority according to weight value is handling with development program (37,93%), handling with periodic maintenance program (32,03%) and handling with betterment program (30,04%). Pursuant to importance level and condition of each exsisting road, so the road segment becoming first ranking in handling with road development program is Sional - Sionudal in Aru archipelago, first ranking in handling with periodic maintenance program is Kairatu - Eti in Seram Island and first ranking in handling with betterment program is Tual – Debut - Ewu in Kei Kecil Island

Kata Kunci : Jaringan Jalan,Pengembangan, province road networking, Analytical Hierarchy Process


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.