Laporkan Masalah

Eksplorasi Pemahaman Mengenai Kecurangan oleh Pemberi Layanan Kesehatan: Studi Kasus di RSSA Yogyakarta

Adelia Prima Retina Claranita, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Kecurangan (fraud) sebagai tantangan besar bagi layanan kesehatan hingga saat ini belum mendapatkan perhatian karena para pemberi layanan kesehatan belum mengakui bahwa mereka mempunyai masalah kecurangan yang signifikan. Adanya kebutuhan untuk mencari tahu terkait kecurangan layanan kesehatan dilakukan guna mencegah bertambahnya kerugian bagi kesehatan pasien dan kerugian finansial bagi berbagai pihak. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk melakukan eksplorasi pemahaman kecurangan dari pemberi layanan kesehatan sebagai pihak yang berpengalaman pada layanan kesehatan dan bersinggungan langsung dengan pasien. Penelitian dilakukan di layanan kesehatan RSSA Yogyakarta dengan melibatkan 6 kelompok kerja, yaitu tenaga manajemen, tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan lainnya, dan tenaga non kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada dasarnya pemberi layanan kesehatan memiliki pemahaman tidak mendukung kecurangan. Namun, adanya kondisi-kondisi tertentu yang terjadi saat pemberian pelayanan pada masyarakat dan paparan pemahaman mendukung kecurangan dari proses asosiasi dengan lingkungan kerja pemberi layanan kesehatan, pemahaman yang tidak mendukung kecurangan dapat bergeser menjadi pemahaman yang mendukung kecurangan. Selanjutnya, pemahaman yang mendukung kecurangan tersebut dapat menjadi salah satu dorongan pemberi layanan kesehatan untuk melakukan kecurangan. Namun, dorongan berupa pemahaman yang mendukung kecurangan perlu diikuti dengan adanya dorongan lainnya untuk menjadi suatu tindakan kecurangan.

Fraud as a major challenge to healthcare has not received attention, to date, because healthcare providers have not recognized that they face a significant fraud problem. The need to investigate healthcare fraud arises to prevent more harm to the patients’ health and financial losses for various parties. Therefore, this study aims to explore the understanding of fraud from healthcare providers as they directly involve in patient care and possess practical experience within healthcare services. The research was conducted in RSSA Yogyakarta health services by involving 6 work groups, namely management personnel, medical personnel, nursing personnel, pharmaceutical personnel, other health personnel, and non-health personnel. The results of this study indicated that healthcare providers basically had an understanding that did not support fraud. However, understanding that did not support fraud could shift to understanding that supported fraud  due to the existence of certain conditions that occurred when providing services to the community and exposure to understanding supporting fraud from the process of association with the work environment of health care providers. Furthermore, such an understanding can serve as one of the driving forces for healthcare providers to engage in fraudulent activities. In addition, encouragement in the form of an understanding that supports fraud itself needed to be accompanied by additional factors for it to manifest as actual fraudulent behaviors.

Kata Kunci : Pemberi Layanan Kesehatan, Layanan Kesehatan, Kecurangan, Pemahaman

  1. S2-2025-510214-abstract.pdf  
  2. S2-2025-510214-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-510214-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-510214-title.pdf