Analisis Sheepskin Effect Pada Generasi Z di Indonesia 2017-2023
Ignasius Aryanto Tupen Soga, Prof. Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Pentingnya pendidikan dalam peningkatan pendapatan dapat terjadi melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan serta kepemilikan ijazah/gelar sebagai sinyal bahwa seseorang memiliki keterampilan dalam bidang tertentu atau sering disebut juga sebagai sheepskin effect. Walaupun demikian, perbincangan tentang pentingnya ijazah/gelar dalam dunia kerja masih menjadi perdebatan terutama pada generasi Z yang sedang bertransisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja. Dengan memanfaatkan data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2017-2023, penelitian ini menganalisis besaran sheepskin effect pada angkatan kerja generasi Z dari berbagai karakteristik berbeda. Fungsi pendapatan mincer yang digabungkan dengan kepemilikan ijazah digunakan untuk mengidentifikasi besaran sheepskin effect pada setiap jenjang pendidikan. Hasil empiris dengan menggunakan Heckman two-step selection model menunjukkan bahwa secara umum terdapat sheepskin effect yang positif dan signifikan pada generasi Z di jenjang pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi sebesar 7,8%-19,6%. Sheepskin effect tersebut memiliki kecenderungan menurun setiap tahunnya dan bervariasi tergantung pada jenis kelamin, lapangan pekerjaan, sektor pekerjaan dan daerah tempat tinggal.
The role of education in enhancing income levels operates through the acquisition of knowledge and skills, as well as the possession of academic credentials, which serve as a signal of an individual's expertise in a particular field—commonly referred to as the sheepskin effect. However, the significance of diplomas and degrees in the labor market remains a subject of debate, particularly among Generation Z, who are currently transitioning from the education system to the workforce. This study utilizes microdata from the National Labor Force Survey (SAKERNAS) 2017–2023 to examine the extent of the sheepskin effect among Generation Z workers across various demographic and occupational characteristics. The Mincerian earnings function, incorporating diploma attainment, is employed to estimate the magnitude of the sheepskin effect at different educational levels. Empirical findings, based on the Heckman two-step selection model, indicate a generally positive and statistically significant sheepskin effect among Generation Z, ranging from 7.8% to 19.6% at the secondary to higher education levels. However, the sheepskin effect exhibits a declining trend over time and varies according to factors such as gender, occupation, industry sector, and geographic location.
Kata Kunci : sheepskin effect, pendidikan, generasi Z, heckman selection model