Model sederhana penentuan skala prioritas penanganan jaringan jalan di perkotaan :: Studi kasus Kota Magelang, Jawa Tengah
ADIWIDJAYA, Abdul Razak, Dr.Ir. Heru Sutomo, MSc.(Eng)
2002 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiKota Magelang merupakan kota kecil tetapi mempunyai jaringan jalan yang sangat kompleks, untuk itu perlu penanganan perawatan jalan. Penanganan jaringan jalan di perkotaan banyak menemui kendala, antara lain ialah kepadatan lalu-lintas yang tinggi, membutuhkan pelayanan jalan yang sangta baik, meminimalkan polusi, dan sebagainya tetapi yang paling penting adalah perwatan jalan agar jaringan jalan tersebut dapat berfungsi sesuai dengan kelas maupun statusnya. Selama ini untuk memilih ruas jalan yang akan ditangani pada tahun berikutnya adalah dengan cara menyaring usulan dari daerah dan mencocokkannya dengan dana yang tersedia. Cara seperti ini sangat tidak efisien karena tidak ada criteria mengenai penanganan jaringan jalan perkotaan. Pada keadaan terbatasnya dana, pengujian biasanya dilakukan terhadap NPV/Cost, proyek-proyek dengan ratio tinggi mendapat prioritas utama. Perlu diingat bahwa pembatasan dana terhadap anggaran yang ada akan mengakibatkan returns on the investment menjadi kurang optimal. Dengan demikian tujuan yang harus dicapai adalah mencari hasil terbaik (NPV tertinggi) namun dapat dilaksanakan sesuai keterbatasan dana. Dengan beberapa penelitian di dapat model : Y = -2,43 + 4,810*10-4*. X1 + 1,134. X2 – 0,148. X3, dimana Y = Prioritas, X1 = LHR, X2 = Nilai Akhir Kondisi Jalan dan X3 = Kecepatan, yang diharapkan bisa mengatasi masalah-masalah tersebut seperti di atas. Hasil uji statika menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara prioritas, LHR, Nilai Akhir Kondisi Jalan dan Kecepatan. Dan hasil uji validitas masih sangat kecil yaitu 3,53 % karena perbedaan sudut pandang dalam membuat prioritasnya.
Even a little town, Magelang has a very complex highway network and therefore the needs of handling the street’s care is an important matter. The handling of highway network in urban area is up against many difficulties, such as highly traffic jam, and it is the reason why the town needs a very good street’s care, pollution’s decrease, and so on. Nevertheless, the most important things is the street’s care, in order to make the highway network can function as appropriate as its class or status. All this time, the system to choose which part of the street that will be handled in the next year is by sorting out the proposal from the region and comparing it with the available budget. This system is extremely not efficient because there is no criteria about the handling of urban road network. Under the situation of limited budget, the trial that is used to be done is to NPV/ Cost, which is the high ratio projects have primary priority. It is must remembered that the boundary to the available budget will cause the returns on the investment become less optimal. Thus, the goal has to be achieved is looking for the best result (the highest NPV), yet it can also be applied according to the limited budget. Few experiments have found the model : Y = - 2,043 + 4,812*10-4. X1 + 1,134. X2 – 0,148. X3, where Y = Priority, X1 = Daily Traffic Average, X2 = Condition of the Street Value, X3 = running speed. This model is expected to be able to solve such problems as mentioned above. The result of statistical experiment has showed that there is a strong relation between priority, daily traffic average, condition of the street value and running speed. And, the result of validity test is still very low, 3,53 %, because there is a difference point of view in making its priority.
Kata Kunci : Kinerja Lalulintas,Jaringan Jalan