Prarancangan Pabrik Syngas dari Batu Bara dengan Metode Wet Gasification untuk Pembangkit Listrik dengan Kapasitas Produksi 250 MW
FIRDA AULI ZELINDA ROHMA, Ir. Ahmad Tawfiequrrahman Yuliansyah, S.T., M.T., D.Eng., IPM.
2025 | Skripsi | TEKNIK KIMIA
Synthetic gas atau syngas merupakan campuran gas yang sebagian besar komponennya tersusun dari CO dan H2. Syngas umumnya dimanfaatkan sebagai bahan baku pada industri kimia, seperti dalam proses pembuatan amonia, metana, dan urea. Selain itu, syngas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik.
Syngas dapat diproduksi melalui proses gasifikasi batu bara. Pada pabrik ini digunakan batu bara bituminous dengan metode wet gasification yang dilakukan dengan reaktor entrained flow gasifier pada tekanan 40 atm dan suhu 1500?. Proses produksi syngas untuk pembangkit listrik terbagi menjadi enam tahapan unit, yaitu unit persiapan bahan baku, unit persiapan oksigen, unit gasifikasi, unit particulate removal dan hidrolisis COS, unit desulfurisasi, dan unit pembangkit. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi listrik sebesar 250 MW yang beroperasi selama 330 hari/tahun. Kebutuhan bahan baku untuk proses produksi yaitu batu bara sebanyak 50.587,40 kg/jam, air sebanyak 11.111,15 kg/jam, dan O2 + N2 sebanyak 39.926,38 kg/jam. Syngas yang dihasilkan sebanyak 78.042,47 kg/jam yang terdiri dari campuran gas CO, H2, CO2, H2O, serta sedikit H2S. Selain itu, terdapat produk samping berupa slag sebanyak 6.927 kg/jam.
Pendirian pabrik direncanakan di Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur dengan luas area 9 Ha dan 274 pekerja. Kebutuhan material utilitas untuk pabrik ini meliputi intake air laut sebanyak 2.053.773,21 kg/jam, steam sebanyak 535.358,56 kg/jam, penyedia udara sebesar 624.237,80 kg/jam, dan listrik sebesar 9.853,33 kW.
Pabrik ini tergolong high risk chemical industry yang membutuhkan modal tetap sebesar $139.021.726,03 dan modal kerja sebesar $50.737.285,68. Pada kapasitas produksi 100%, diperoleh ROI before tax sebesar 44,07%, ROI after tax sebesar 34,20%, POT after tax sebesar 2,31 tahun, dan POT before tax sebesar 1,88 tahun. Selain itu, diperoleh nilai BEP sebesar 47,43%, SDP sebesar 30,20%, dan DCFRR sebesar 35,03%. Berdasarkan analisis ekonomi tersebut, pabrik ini menarik dari segi ekonomi dan layak dikaji lebih lanjut.
Kata Kunci : batu bara, bituminous, wet gasification, syngas, listrik