Laporkan Masalah

Kajian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin pada program pengembangan kecamatan (PPK) :: STudi kasus di Kecamatan Una-una, Kabupaten Poso, SUlawesi Tengah

LASUPU, Taslim DM, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP.,Ph.D

2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kemiskinan merupakan masalah utama yang perlu mendapat perhatian dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada wilayah-wilayah yang relatif tertinggal. Penelitian ini berkaitan dengan masalah kemiskinan, yang bertujuan untuk : (1) mengkaji seberapa jauh kontribusi Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kecamatan Una-una, serta (2) faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan program PPK dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Kecamatan Una-una. Penelitian ini dianggap penting sebagai masukan serta menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan program-program penanggulangan kemiskinan pada masa yang akan datang. Dengan desain evaluasi Comparative before-after dan penentuan sampel secara purposive, diteliti sejumlah 120 KK yang mendapat bantuan program PPK pada enam desa di Kecamatan Una-una yang menjadi lokasi sasaran program, masing-masing tiga desa penerima bantuan prasarana serta tiga desa penerima bantuan prasarana dan modal usaha. Selain itu, dilakukan pula wawancara dengan informan yang dianggap mengetahui pelaksanaan program. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dengan uji statistik (Uji t) untuk mengetahui perbedaan nilai indikator kesejahteraan antara sebelum dan sesudah adanya program, sedangkan metode kualitatif dimaksudkan untuk memberikan analisis tentang gambaran atau kondisi di lapangan dengan logika secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai indikator kesejahteraan setelah adanya program PPK. Hal ini mengandung indikasi bahwa pelaksanaan program PPK di Kecamatan Una-una telah memberikan manfaat yang positif kepada masyarakat di desa-desa lokasi sasaran, meskipun belum efektif bila ditinjau dari persentase jumlah responden yang meningkat kesejahteraannya. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tingkat kesejahteraan antara responden yang mendapat bantuan modal usaha dengan responden yang mendapat bantuan modal usaha dan prasarana setelah adanya program PPK tidak signifikan. Dengan kata lain, anatara dua komponen program tidak memberikan pengaruh yang berbeda dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di lokasi penelitian. Rendahnya tingkat keberhasilan program dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di lokasi penelitian dipengaruhi oleh faktor faktor : (1) faktor yang bersumber dari masyarakat miskin itu sendiri berupa : rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan dalam mengelola usaha ekonomi produktif yang dijalankan serta tingginya beban tanggungan kepala keluarga; (2) faktor yang bersumber dari program berupa minimnya jumlah bantuan yang diberikan kepada anggota kelompok masyarakat (pokmas), kurangnya pendampingan dan pembinaan yang dilakukan; serta (3) faktor kondisi geografis wilayah berupa pulau-pulau kecil yang relatif terisolir dan sulit dijangkau

Poverty is a fundamental problem, which has to be paid attention in the effort of increasing the prosperity of community, especially in the area that is relatively behind in progress. This research, which is related to the poverty problem, is aimed to study: (1) how far the contribution of Kecamatan Development Program is and (2) the factors that influence the success and the failure of PPK in increasing the prosperity of poor community in Kecamatan Una-una. This study is considered to be important as an in put and a consideration in designing programs to solve the poverty problem in the future. With the comparative after-before evaluation design and purposive sampling, it studied 120 families, which got aid from PPK at six villages in Una-una sub district. Three villages received infrastructure aid and the other three received infrastructure and capital aid. Besides that, an interview was conducted with an informant who was considered to know the realization of the program. Data were analyzed using quantitative and qualitative method. Quantitative method with statistic test (t test) was employed to find the difference of prosperity indicator values before and after the program, while the qualitative method was employed to do the analysis on the description or condition in the field using the scientific logic. The result of the study shows that there was an increase on the prosperity indicator value after the program. This indicates that the infrastructure and capital aid gave advantages to the community although they were not effective yet as shown by the percentages of the respondents who had an increase of prosperity. The result of the statistic test shows that the difference of the prosperity levels between respondents who got capital aid and respondents who got capital and infrastructure aid after the program was not significant. In other words, the two program components gave the same influence in the effort of increasing the prosperity of poor community in that area. The low level of the success of the program was influenced by: (1) factors from the poor community itself i.e. the low level of education and skill in running productive economy business and the large number of family members; (2) factors from the program i.e. the minimum assistance, establishment, and amount of the aid given to the community; and (3) geographical factor i.e. area which consists of remote and difficult-to-reach islands.

Kata Kunci : Program Pengembangan Kecamatan,Kesejahteraan Masyarakat Miskin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.