Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI DAN ESTIMASI KAPASITAS PENYIMPANAN CO2 PADA BATUBARA FORMASI MUARA ENIM DI DAERAH MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN

ANAK AGUNG NGURAH RAKA WIKANANDA KUSUMA, Prof. Dr. Ir. Ferian Anggara, S.T., M.Eng., IPM. ; Soleh Basuki Rahmat, S.T., M.Phil.

2025 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

 Permasalahan mengenai pemanasan global dipengaruhi oleh emisi gas CO2 ke atmosfer. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi emisi tersebut adalah melalui penyerapan CO2. Implementasi teknologi tersebut memerlukan media penyimpanan berupa formasi geologi. Salah satu formasi geologi yang dapat dimanfaatkan untuk penyimpanan CO2 adalah lapisan batubara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi kapasitas penyimpanan CO2 di lapisan batubara Seam Benuang dan Mangus, Formasi Muara Enim, pada daerah Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu, penelitian ini akan melakukan identifikasi mengenai distribusi dan karakteristik batubara terhadap adsorpsi CO2. 

  Hasil analisis PCA menunjukkan pengaruh analisis proksimat terhadap adsorpsi CO2 menunjukkan ash dan moisture berpengaruh negatif terhadapadsorpsi CO2. Sebaliknya, fixed carbon akan berpengaruh positif. Sedangkan pada pengaruh analisis petrografi organik terhadap adsorpsi CO2 menunjukkan kehadiran vitrinit berpengaruh negatif terhadap adsorpsi CO2. Sebaliknya, kehadiran inertinit berpengaruh positif terhadap adsorpsi CO2 terutama pada batubara peringkat rendah. Perhitungan kapasitas penyimpanan CO2 dilakukan dengan perhitungan volume dengan parameter berupa luas area dan ketebalan zona batubara. Ketebalan Seam Benuang memiliki rentang ketebalan 6,25-6,5 meter. Sementara itu, ketebalan lapisan batubara Mangus memiliki rentang ketebalan 8,93-10,64 meter. Hasil analisis menyatakan bahwa batubara Seam Benuang memiliki rentang kapasitas penyimpanan CO2 sebesar 25.139.351 tCO2 - 58.910.654 tCO2. Sedangkan, Seam Mangus memiliki nilai sebesar 91.332.301 tCO2 - 100.957.187 tCO2.

 The issue of global warming is influenced by CO2 emissions into the atmosphere. One technology that can be utilized to reduce these emissions is CO2 sequestration. The implementation of this technology requires a storage medium in the form of geological formations. One such geological formation suitable for CO2 storage is coal seams. This study aims to determine the CO2 storage capacity potential in the Benuang and Mangus coal seams of the Muara Enim Formation, located in the Musi Banyuasin area, South Sumatra Province. Additionally, the study seeks to identify the distribution and characteristics of coal in relation to CO2 adsorption. 

  The results of the PCA analysis indicate that proximate analysis on CO2 adsorption show that ash and moisture content negatively affect CO2 adsorption, whereas fixed carbon has a positive effect. Meanwhile, the impact of organic petrography analysis indicate that the presence of vitrinite negatively impacts CO2 adsorption, while the presence of inertinite has a positive effect, especially in low rank coal. CO2 storage capacity calculations were performed using volume calculations based on parameters such as area and coal seam thickness. The thickness of the Benuang seam ranges from 6,25 to 6,5 meters, while the thickness of the Mangus coal seam ranges from 8,93 to 10,64 meters.The analysis reveals that the Benuang seam has a CO2 storage capacity ranging from 25.139.351 tCO2 - 58.910.654 tCO2, whereas the Mangus seam has a capacity ranging from 91.332.301 tCO2 - 100.957.187 tCO2.

Kata Kunci : Batubara, Cekungan Sumatera Selatan, Adsorpsi CO2, Carbon storage

  1. S1-2025-463349-abstract.pdf  
  2. S1-2025-463349-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-463349-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-463349-title.pdf